Jahatnya Permainan Crypto, Afiliatornya Pantas Dimiskinkan. Simak Penjelasannya

- Kamis, 10 Maret 2022 | 21:43 WIB
Ilustrasi. Crypto yaitu judi yang berkedok investasi./ pixabay.com/@Pexels
Ilustrasi. Crypto yaitu judi yang berkedok investasi./ pixabay.com/@Pexels

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Baru-baru ini sudah banyak afiliator yang tertangkap setelah banyak makan korban hingga ratusan miliar rupiah melalui aplikasi trading dengan crypto yang sebenarnya modus penipuan.

Terungkap fakta menarik terkait aplikasi penipuan berbasis crypto tersebut.

Pakar manajemen Prof Rhenald Kasali melalui You Tube chanel Rhenald Khasali yang dikutip 10 Maret 2022, mengungkapkan fakta bahwa sejak Februari sudah ada Rp11,2 juta orang dan nilainya sebanyak Rp859 triliun yang aktif bermain crypto menurut Bappeti.

Lebih lanjut Rhenald Kasali menjelaskan tentang kejahatan crypto.

Pergerakan crypto di dunia digital, memungkin mereka mencari dan menggunakan grup-grup tanpa diketahui orang lain. Sehingga cara-cara tersebut sangat berbahaya terutama di Indonesia.

Kegiatan ilegal ini secara diam-diam akan menginvate pengguna. Mereka akan menyebarkan informasi agar poin-poin semakin naik.

Mereka akan menaikkan poin-poin agar signal grup dapat terdeteksi di luar. Sehingga menarik banyak orang agar bisa join. Salah satu mengetahui bila pengusaha ini termasuk afiliator crypto adalah memiliki optimisme yang tinggi.

Optimisme tanpa perjuangan ini, akan memberikan signal positif sehingga orang lain terpengaruh. Bila sudah terpengaruh, bergabung, dan memberikan uang mereka. Strategi yang digunakan afiliator ini yaitu pump and down.

Mereka akan menaikkan keuntungan setinggi-tingginya untuk menarik banyak orang lalu menjatuhkan mereka bersama-sama. Tidak terlalu sulit untuk mencari siapa saja afiliator crypto yang ada di Indonesia.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X