Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja Timbulkan Masalah, Repdem Tangsel Lakukan Advokasi Warga

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:30 WIB
Repdem Tangsel lakukan advokasi warga yang terkena dampak pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja (gesuri.id)
Repdem Tangsel lakukan advokasi warga yang terkena dampak pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja (gesuri.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Tangerang. Pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja masih menyisakan masalah dan merugikan warga. Salah satunya terjadinya penutupan akses jalan yang biasa dilalui warga. Yakni akses RT 02 RW 01 dengan RT 3 RW 02 terpisah. Dan RT 02 terdapat 110 KK yang kena dampaknya yakni tidak punya  akses jalan sehingga anak sekolah SMAN 12, dan anak yang mau ngaji idak bisa lewat karena terhalang pembangunan tol.

Selain itu terdapat kelalaian pembangunan tol, yakni tidak dibangunnya JPO mengakibatkan anak umur 7 tahun meninggal dunia, akibat tercembur di selokan tol.

Situasi itu menjadi atensi Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Cabang Kota Tangerang Selatan. Kemudian Repdem tersebut melakukan pendampingan warga yang dirugikan oleh pihak tol serpong-balaraja tersebut. 

Baca Juga: Repdem Tangerang Selatan Formulasikan Strategi Melawan Kelompok Intoleran

Untuk itu Repdem Tangsel beraudensi kepada Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangsel untuk mengawal serta memastikan aduan rakyat ini bisa menjadi komitmen PDI Perjuangan selalu bersama rakyat.

Audensi ini dihadirkan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ibu Putri Ayu Anisya SH, kita terus coba mempelajari kasus ini semoga kita bisa mengawal penuh agar permintaan warga JPO bisa dikabulkan.

Diketahui, kasus ini bermula adanya pembangunan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) dan sekarang masih berjalan pembangunan tol tersebut, sesuai misi visi Pak Jokowi terus melakukan infrastruktur untuk membangun kota, tetapi diselipkan kalimat, “tidak boleh ada yang dirugikan warga setempat”

Baca Juga: Repdem Sumut : Kinerja Gubernur Edy Rahmayadi Tak Signifikan dalam Membangun

"Hari ini kita melaporkan adanya dampak yang dirugikan akibat pembangunan tol tersebut. Jadi misah sekarang, RT 02 RW 01 dengan RT 3 RW 02. Untuk RT 02 ada 110 KK yang terdampak tidak bisa akses anak sekolah SMAN 12, Kelurahan, serta anak mau ngaji saja sekarang tidak bisa lewat karena ada pembangunan tol," ujar Bung Rico Marleve, Ketua DPC REPDEM Tangsel.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X