Polri Sita Aset senilai Rp 5,9 Triliun dari Pengemplang Obligasi BLBI

- Kamis, 27 Januari 2022 | 17:55 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo.  (Humas Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Humas Polri)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN- Jakarta. Aset pengemplang BLBL terus diburu oleh Satuan Tugas BLBI. Terbaru, selaku tim Satgas BLBI, Kepolisian Negara Republik Indonesia berhasil menyita aset senilai Rp 5,9 triliun untuk dikembalikan kepada negara. Total aset tersebut, fisiknya sudah diamankan dan dikuasai oleh Polri.

Hal itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Januari 2022.

Baca Juga: Obligor dan Debitur BLBI yang Kabur dari Kewajiban akan dipidana

"Rp 5,9 triliun nilai aset yang disita, pengamanan dan penguasaan fisik aset obligor," kata Listyo

Lebih lanjut Listyo menginformasikan bahwa Korps Bhayangakara telah mengungkap kasus kejahatan terhadap kekayaan negara atau tindak pidana korupsi yang dilakukan secara masif.

Selama tahun 2021, kata Listyo, Polri telah menangani 247 kasus tindak pidana korupsi.

"Berdasarkan penilaian BPK dan BPKP, total kasus keuangan negara senilai Rp442 miliar berhasil diselamatkan atas penyidikan perkara korupsi sepanjang tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat 18,5 persen dibanding tahun 2020," tuturnya.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang berjudul Aset BLBI Terus Diburu, Terbaru Satgas Polri Sita Rp5,9 Triliun, selain melakukan penindakan, mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui perbaikan sistem secara terukur melalui perbaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia.

Sebab kata Listyo, hasil penelitian menunjukan bahwa angka peningkatan IPK sebesar 1 poin berkontribusi terhadap peningkatan Gross Domestic Product (GDP) sebesar 1,7 persen atau Rp 273 triliun.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X