Ketua F PAN DPRD DKI Jakarta : Harusnya Formula E Didukung Agar Banyak Investor Masuk

- Kamis, 27 Januari 2022 | 17:13 WIB
Sigit Widodo PSI mempertanyakan soal tender pembangunan lintasan Formula E yang tertulis 'gagal' di situs JakPro.  (Pikiran Rakyat/Amir Faisol.)
Sigit Widodo PSI mempertanyakan soal tender pembangunan lintasan Formula E yang tertulis 'gagal' di situs JakPro. (Pikiran Rakyat/Amir Faisol.)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Ketua F-PAN DPRD Jakarta, Bambang Kusumanto berpendapat jika mau Jakarta maju dan ekonominya membaik, semestinya kegiatan Formula E 2022 didukung. Dukungan diberikan dengan menyampaikan beberapa masukan konstruktif agar acara Formula E dapat terealisasi dengan lebih baik.

Sayangnya banyak politisi pesimis dan ada pihak yang menggiring opini seolah-olah Formula E pasti gagal, kata Bambang, pemicunya ada keterangan gagal tender.

"Padahal masih on progress, rencana tetap berjalan. Harusnya kita kasih kesempatan dulu, kasih semangat. Jangan menghasut publik untuk menolak perhelatan yang masih dikerjakan," katanya dalam keterangannya, Kamis, 27 Januari 2022.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Jakarta Curiga Pengelola Ancol Pinjam Rp 1,24 Triliun Buat Formula E, Bagaimana Faktanya?

Lebih jauh, Bambang Kusumanto khawatir, dampaknya investor akan susah masuk bila tensi politik di ibu kota tidak kondusif.

"Kalau tensi politik di Jakarta begini terus, investor pasti takut, wisatawan pun merasa tidak nyaman," katanya.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang berjudul Tuding Formula E Akan Gagal, PAN: Investor Takut Kalau Tensi Politik di Jakarta Terus Begini, sebelumnya, Ketua DPRD Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyampaikan sampai hari ini lelang untuk pembangunan sirkuit Formula E masih gagal padahal pembangunannya ditargetkan akan selesai selama tiga bulan.

Sebagai pecinta otomotif, Pras begitu dirinya disapa, menjelaskan Formula E dan Formula 1 hampir sama. Yang membedakan hanya pada penggunaan mesin dan kecepatannya

Tidak hanya itu, dia menuturkan landasan sirkuit Formula E juga tidak boleh sembarang dibangun karena memiliki standar tersendiri.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X