Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Pegiat HAM Sarankan Dihukum Seumur Hidup, Ini Alasannya

- Jumat, 14 Januari 2022 | 22:31 WIB
Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari  (gesuri.id)
Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari (gesuri.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Pelaku kekerasan seksual Herry Wirawan yang memperkosa 13 santriwati sebaiknya dihukum penjara seumur hidup. Pendapat itu disampaikan Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari saat menanggapi tuntutan hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Herry Wirawan baru-baru ini.

Baca Juga: Ditolak PKS, RUU TPKS Didukung Fatayat NU untuk Cegah Kekerasan Seksual

Menurut Eva, hukuman seumur hidup lebih tepat daripada hukuman mati karena sesuai dengan prinsip Hak Azasi Manusia (HAM).

"Aku harus konsisten 'pro life' sebagai pro HAM. Jadi penjara seumur hidup lebih cocok untuk terdakwa predator seksual itu," ujar Eva, baru-baru ini.

Eva menegaskan, dalam prinsip HAM, hukuman mati terhadap siapapun tidak diperbolehkan sebab nyawa adalah Hak Tuhan.

"Sehingga dalam menjatuhkan hukuman terhadap seseorang, manusia tak boleh mengambil hak Tuhan," ujar Eva.

Eva menilai, hukuman seumur hidup adalah hukuman maksimal yang pantas dan adil dalam kasus pemerkosaan ini.

"Biar pelaku bisa merenung dan diisolasi dari masyarakat sampai mati," ujarnya.

Terdakwa Pelaku kekerasan seksual Herry Wirawan (gesuri.id)

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X