Ketua KPK Firli Bahuri Prihatin atas OTT Walikota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:21 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tiba di Gedung Merah Putih KPK usai diterjaring OTT di wilayah Bekasi, Jawa Barat, 5 Januari 2022.  (Pikiran-Rakyat.com/Muhammad Rizky Pradila)
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tiba di Gedung Merah Putih KPK usai diterjaring OTT di wilayah Bekasi, Jawa Barat, 5 Januari 2022. (Pikiran-Rakyat.com/Muhammad Rizky Pradila)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Firli Bahuri, merasa prihatin dengan Walikota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE) yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) atas kasus dugaan suap.

Dalam keprihatinannya Firli menyoroti maraknya transaksi suap yang kerap mewarnai para pejabat dan terjadi hampir setiap hari. Lebih-lebih aksi itu terjadi di Bekasi yang notabene salah satu penopang bagi ibu kota Indonesia yaitu Jakarta.

Baca Juga: Mahfud MD : Satgas Saber Pungli Bukan Penegak Hukum Pemberantas Korupsi

Pernyataan itu dia dituangkan melalui akun Twitter milik Firli Bahuri baru-baru.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber akun Twitter milik Firli Bahuriyang berjudul Firli Bahuri Soroti OTT Wali Kota Bekasi, Pimpinan KPK Singgung Rekam Jejak Jokowi, Firli Bahuri berujar jika prihatin dengan penangkapan RE.

"Maka tidak bisa saya hindari keprihatinan menyaksikan penangkapan pejabat yang terjadi secara terus menerus yang menciptakan kesan bahwa transaksi suap dan sogok terjadi setiap hari pada pejabat pejabat yang berada pada posisi cukup strategis," kata Firli Bahuri.

Keprihatinan yang disampaikan Firli Bahuri berdasarkan status Kota Bekasi yang menjadi salah satu penopang bagi ibu kota Indonesia yaitu Jakarta.

"Seperti kota Bekasi ini, adalah salah satu kota yang berada di sekitar ibu kota berpenduduk jutaan (tepatnya 3,084 juta) dan tentu adalah kota yang strategis menopang jalannya ibukota negara kita," ujar Firli Bahuri.

Selain itu, Firli juga menyayangkan tindakan RE karena mengganggu bagi perjalanan kariernya dalam lingkup politik.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X