DPN Repdem Dampingi 15 Siswi Korban Pemerkosaan di Kota Batu

- Kamis, 16 Desember 2021 | 20:30 WIB
Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN Repdem). (gesuri.id)
Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN Repdem). (gesuri.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Batu. Akhir-akhir ini terkuak beberapa kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan. Parahnya yang menjadi sasaran korban kekerasan seksual adalah siswi belasan tahun yang masih remaja. Salah satu kasus kekerasan seksual yang mengemuka yakni terjadi di Kota Batu. Kasus itu memakan 15 siswi di salah satu sekolah.

Baca Juga: Lagi, Terkuak Kasus Pencabulan yang Diduga Dilakukan Guru Ngaji Terhadap Muridnya

Kasus tersebut turut menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (DPN Repdem). Organisasi ini menyatakan akan mendampingi 15 siswi korban pemerkosaan oleh JEP alias KJ, di Kota Batu, Jawa Timur.

"Kami telah menerima permohonan pendampingan terhadap korban dan membentuk tim untuk melakukan advokasi untuk itu," kata Ketua Bidang Kesehatan, Anak dan Perempuan DPN Repdem Rusmarni Rusli, baru-baru ini.

Rusmarni menyatakan, peristiwa tindak kekerasan seksual, kekerasan fisik dan eksploitasi ekonomi diduga dilakukan oleh pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia itu telah dilaporkan ke Polda Jatim tanggal 29 Mei 2021 oleh para korban didampingi Aris Merdeka Sirait dari Komnas Anak.

"Setelah itu, terdapat 25 saksi. Bahkan setelah itu, dari informasi yang kami terima, pelaporan melalui hotline kepolisian terdapat 40 pelaporan. Namun jumlah korban ternyata tidak hanya terjadi di Jawa Timur," tambah srikandi yang akrab dipanggil Marni ini.

Baca Juga: Viral Video Pengakuan Mahasiswi Alami Pelecehan Seksual saat Bimbingan Skripsi

Karena merasa terancam, para korban juga telah mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK RI) tanggal 26 Juni 2021.

"Yang lebih biadab lagi, aksi kejahatan ini terjadi sejak angkatan pertama tahun 2007 hingga angkatan keempat belas tahun 2020. Repdem berkomitmen untuk mendampingi hingga kasus ini tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya. Bahkan hukuman kebiri! Terduga pelaku berkamuflase membuat sekolah yatim piatu, tapi yang terjadi malah kejahatan kemanusiaan terhadap yatim piatu!" tutup Marni.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X