Busnya Sering Kecelakaan, PDIP: Soroti Direktur PT Transjakarta yang Pegiat LSM

- Rabu, 8 Desember 2021 | 16:30 WIB
Kondisi busway transjakarta pasca kecelakan  (Instagram/@berbagiinfo_news)
Kondisi busway transjakarta pasca kecelakan (Instagram/@berbagiinfo_news)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Bus Transjakarta mnegalami kecelakan beberapa kali. Hal itu membuat jengah Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak. Oleh karena itu dia menyoroti kejanggalan saat proses rekrutmen direksi TransJakarta.

Dia menilai banyak jajaran direksi yang tak memiliki latar belakang di bidang transportasi tapi mengemban jabatan tinggi di TransJakarta.

Baca Juga: Gubernur Anies Berikan Hibah Rp 63 Miliar kepada Istrinya selaku Bunda PAUD

Salah satu yang disinggung yaitu posisi Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT TransJakarta yang dipegang oleh Achmad Izzul Waro yang tak lain merupakan mantan anggota Tim Gubernur Umtuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

"Track recordnya (Izzul) tidak pernah ada di dalam bisnis transportasi sebagai pelaku, bahwa dia sebagai LSM ya silakan. Tapi dalam hal memegang pelayanan tanpa track record yang benar saya tidak yakin fit and proper test-nya berjalan dengan baik, karena bisa jadi intervensi. Lalu, track record dia kan juga TGUPP," kata Gilbert kepada wartawan, pada awal pekan ini.

Gilbert Simanjuntak, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Komisi B (gesuri.id)

Gilbert enggan berspekulasi bagaimana Izzul mendapatkan posisi petinggi TransJakarta. Namun, dia beranggapan jabatan tersebut tak semestinya diisi oleh seseorang yang tak memiliki track record di bidang transportasi. Dia lantas menyindir Izzul dengan ucapan mengelola bajaj saja belum becus.

"Kita tidak mengatakan terlalu jauh ini diduga atau segala macem tapi jelas, yang bersangkutan kapabilitasnya tidak mencukupi karena memang tidak punya track record. Tadi saya katakan, anda sudah pernah mengelola bajaj belum, jangan langsung Transjakarta, karena enggak mungkin dengan bisnis 10 juta penduduk begini lalu tiba-tiba kita menyerahkan ke orang yang tidak punya track record, tidak mungkin. 10 juta penduduk loh? 12 juta kalau siang. Berat bos, ini bukan bisnis murahan," tegasnya.

Baca Juga: Penanganan Banjir Asal-asalan, malah Anies Bayar Rp 180 Miliar buat Formula E

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X