Membuka Kongres PA GMNI, Presiden Jokowi: Kedaulatan Dimanfaatkan Maksimal bagi Masyarakat

- Senin, 6 Desember 2021 | 22:59 WIB
Presiden Jokowi saat KTT virtual (FB Presiden Joko Widodo)
Presiden Jokowi saat KTT virtual (FB Presiden Joko Widodo)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Di tengah dunia yang semakin terbuka dan disrupsi yang semakin tinggi, nasionalisme, kedaulatan bangsa, menghadapi tantangan-tantangan baru. Menghadapi fenomena itu Kedaulatan harus dimaknai sebagai kemanfaatan maksimal untuk masyarakat, bangsa, dan negara dalam dunia yang semakin terbuka, dengan interaksi antarnegara yang semakin tinggi.

Hal itu disampaiakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi sambutan dan membuka Kongres IV Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Sambutan itu disampaikan Presiden Jokowi secara virtual dari Istana Negara pada Senin, 6 Desember 2021. Kongres itu sendiri berlangsung di Bandung .

Lebih lanjut Jokowi mengingatkan, gelombang globalisasi yang terjadi yakni mudahnya mobilitas barang, jasa, orang, dan gagasan serta mobilitas pengetahuan melalui platform digital.

"Konsekuensinya, globalisasi melahirkan dunia yang hyper kompetisi, dunia yang diwarnai oleh kompetisi yang super ketat. Oleh karena itu, satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi. Kita harus memenangkan kompetisi di dalam negeri, kita harus memenangkan kompetisi di pasar global, di pasar luar negeri. Kita harus lebih unggul dari negara lain, dan kita harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif sekarang ini," tutur Jokowi.

Kedaulatan, kata Jokowi, harus diperjuangkan dengan keberanian untuk menemukan cara-cara baru.

"Untuk bisa mendahului negara lain, tidaklah mungkin kita menggunakan tangga yang sama, seperti tangga-tangga yang dipakai oleh negara-negara yang maju di saat yang lalu. Untuk mendahului kereta yang lain, tidaklah mungkin kita menggunakan rel yang sama. Untuk mendahului negara yang lain, tidaklah mungkin kita menggunakan cara-cara yang sama," ucap Jokowi.

Selanjutkan Jokowii mengingtakan kedaulatan harus diperjuangkan dengan inovasi, harus diperjuangkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Revolusi industri jilid keempat telah mendisrupsi seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Pandemi COVID-19 telah memaksa dunia untuk berhenti sebentar dan harus mengembangkan cara dan normalitas baru. Dua disrupsi ini harus kita manfaatkan sebagai peluang, ini adalah peluang," tutur Jokowi.

Selain itu Jokowi juga menyinggung peran Indonesia sebagai Presidensi Indonesia di G20.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X