Oknum Polisi Penembak Dua Orang di Exit Tol Dinonaktifkan, Jalani Pemeriksaan Intensif

- Jumat, 3 Desember 2021 | 19:23 WIB
Ilustrasi - Polda Metro Jaya resmi tindak tegas oknum polisi yang menembak dua orang di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Pelaku dinonaktifkan dari jabatannya.  (Pixabay/Alexas_Fotos)
Ilustrasi - Polda Metro Jaya resmi tindak tegas oknum polisi yang menembak dua orang di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Pelaku dinonaktifkan dari jabatannya. (Pixabay/Alexas_Fotos)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Beberapa waktu lalu, seorang oknum polisi inisal Ipda OS menembak dua orang di di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Tindakan itu menuai sorotan dari berbagai kalangan masyarakat. 

Usai insiden penembakan itu, Ipda OS menjalani pemeriksaan di Propam Polda Metro Jaya. Pemeriksaan terhadap Ipda OS itu guna memastikan apakah langkah yang dilakukan sesuai prosedur atau melanggar.

Selain itu kasus Ipda OS juga ditangani Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengungkap kronologis dan motif penembakan.

Oleh karena itu untuk memudahkan pemeriksaan, Polda Metro Jaya menonaktifkan Ipda OS dari jabatannya di Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Ipda OS sudah dinonaktifkan dari sana, dalam rangka pemeriksaan intensif," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Jumat, 3 Desember 2021.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.Com yang berjudul Polda Metro Nonaktifkan Oknum Polisi yang Tembak Dua Orang di Exit Tol Bintaro, Zulpan berujar, otomatis Ipda OS sudah tidak melaksanakan tugasnya sebagai PJR dan fokus untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kan dilakukan pemeriksaan, artinya dia tidak melakukan tugas seperti biasa," tuturnya.

Polisi sebelumnya mengungkap kasus penembakan tersebut dilakukan seorang polisi lalu lintas yang bertugas di unit patroli jalan raya (PJR) Polda Metro Jaya, Ipda OS.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, menjelaskan latar belakang pelaku melakukan penembakan terhadap dua orang tersebut bermula dari adanya laporan seseorang inisial O kepada Ipda OS.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X