Polda Metro Jaya Berhasil Membubarkan Ratusan Orang yang Akan ke Reuni 212

- Kamis, 2 Desember 2021 | 17:26 WIB
Ilustrasi Reuni 212. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menututkan ada ratusan massa Reuni 212 sempat kumpul menuju kawasan Patung Kuda.  (Antara/Akbar Nugroho Gumay via pikiran rakyat)
Ilustrasi Reuni 212. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menututkan ada ratusan massa Reuni 212 sempat kumpul menuju kawasan Patung Kuda. (Antara/Akbar Nugroho Gumay via pikiran rakyat)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Polda Metro Jaya berhasil membubarkan ratusan orang yang akan mengikuti Runi 212 kawasan Wahid Hasyim Jakarta Pusatnya. Sedianya mereka akan menuju kawasan Patung Kuda, tetapi tidak diijinkan pihak kepolisian.

Setelah diberi pehamaman oleh pihak kepolisian, rombongan aksi itu membubarkan diri. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan pada Kamis, 2 Desember 2021.

"Tadi pada pukul 10 (pagi) sempat ada kurang lebih 500 orang. Nah ini ada yang juga merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang ingin melakukan reuni masuk ke wilayah Patung Kuda, yaitu mereka ada di Wahid Hasyim," ujarnya kepada wartawan.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang berjudul Massa Reuni 212 Sempat Kumpul Menuju Patung Kuda, Bubarkan Diri Usai Diberi Pemahaman Polisi, ratusan orang yang akan ikut reuni 212 membubarkan diri setelah aparat kepolisian memberikan pemahaman bahwa kerumunan di reuni 212 dapat membahayakan di tengah situasi pandemi Covid-19. Selain itu acara itu tidak mendapatkan ijin. 

"Nah syukur alhamdulillah masyarakat bisa paham dan membubarkan diri. Setelah itu kami tahu sampai dengan saat ini tidak ada lagi," ucapnya.

Saat ini sudah tidak ada lagi massa yang ingin melakukan kegiatan Reuni 212 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Menurut Zulpan hal itu diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
"Jadi ini sebagai wujud nyata bahwa masyarakat memahami situasi saat ini pandemi Covid-19 yang mana ya tidak dibenarkan adanya kumpulan masyarakat atau kerumunan di satu tempat karena ini berbahaya," ucapnya.***

(Muhammad Rizky Pradila/pikiran rakyat)

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X