Kongres IV Persatuan Alumni (PA) GMNI Gelorakan Trisakti Bung Karno

- Rabu, 1 Desember 2021 | 23:54 WIB
Ketua DPD PA GMNI Jabar Abdy Yuhana. (gesuri.id)
Ketua DPD PA GMNI Jabar Abdy Yuhana. (gesuri.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Dalam bulan ini, Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan melaksanakan Kongres IV secara hybrid di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung. Kegiatan itu akan berlangsung pada 6-8 Desember 2021 mendatang.

Ketua DPD PA GMNI Jabar Abdy Yuhana menjelaskan, sedianya Kongres IV ini akan dilaksanakan pada 2020 lalu. Namun, karena merebaknya pandemi COVID-19 membuat DPP PA GMNI menunda pelaksanaan kegiatan tersebut selama dua kali.

"Karena mandat tahun 2015, harus selesai lima tahun makanya di Desember ini akan dilaksanakan, dalam Kongres nanti tidak hanya dibahas soal politik saja, tapi kita juga akan menyampaikan ajaran Trisakti dari Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya," ucap Abdy di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, baru-baru ini.

Kongres IV akan dihadiri oleh 34 perwakilan DPD PA GMNI di berbagai provinsi, dan 258 DPC yang akan mengikuti secara daring dari seluruh Indonesia.

Dalam Kongres ini juga akan dibahas mengenai bagaimana Pancasila akan diwujudkan dan penerapannya dalam menjawab tantangan bangsa. Rencananya Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah juga akan menyampaikan pidato politik soal perkembangan bangsa.

"Tambahannya tentang teknologi dan informasi akan dibahas, jadi ini tidak hanya membahas politik yang akan dihadapi Indonesia pada 2024 mendatang," ujar Abdy, didampingi Ketua Panitia Nasional Kongres IV Karyono Wibowo dan Sekretaris PA GMNI Jabar Ineu Purwadewi Sundari.

Bandung, kata Abdy, menjadi saksi sejarah perjalanan hidup dan ideologis Bung Karno. Di sinilah, Bung Karno bertemu dengan Ki Marhaen sehingga tercetuslah Marhaenisme yang menjadi akar tumbuhnya ideologi bangsa, Pancasila.

Oleh karena itu, jelang Kongres IV, PA GMNI melakukan napak tilas jejak Soekarno di SMPN 1 Bandung dan melaksanakan bakti sosial di sebuah panti asuhan di Jalan Purnawarman.

"SMP Negeri 1 Bandung tidak terlepas dari rangkaian hidup Bung Karno, setelah lulus ITB, Soekarno mengajar di SMP tersebut, beliau sosok yang perhatian dengan pendidikan yang berkorelasi dengan perkembangan zaman, sedangkan ke panti asuhan untuk membangun rasa solidaritas dan keadilan sosial," kata Abdy.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Terkini

X