Sosialisasi Empat Pilar MPRI RI dengan Media Angklung di Unila

- Senin, 29 November 2021 | 20:21 WIB
Memainkan Angklung secara bersama-sama (gesuri.id)
Memainkan Angklung secara bersama-sama (gesuri.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Lampung. Banyak cara yang dilakukan untuk membumikan 4 Pilar MPR RI. Salah satunya yang dilakukan Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Itet Tridjajati Sumarijanto.Dia melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan kemasan yang berbeda. Yakni melakukan sosialisasi 4 pilar MPR RI lewat Angklung interaktif di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad, SH, Fakultas Hukum Unila, baru-baru ini.

Tricia selaku Konduktor House of Angklung Washington DC, Amerika Serikat yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan mengenai 4 Pilar Kebangsaan dari perspektif kebudayaan. Menurutnya, membumikan Pancasila dapat dilakukan melalui kreatifitas budaya, seperti angklung.

Angklung adalah simbol kebhinnekaan, nada dan irama adalah simbol konstitusi, konduktor adalah simbol leadership dan semuanya dirangkai menjadi satu yang menghasilkan kebahagiaan. Inilah filosofi angklung yang saya kutip dari Pak Heronimus Sutisna, salah satu Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung," ungkap Tricia yang juga kader PDI Perjuangan ini.

Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Itet Tridjajati Sumarijanto (gesuri.id)

Dalam paparannya, Tricia juga menjelaskan, sejak tahun 2020 angklung telah dikukuhkan atau ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia.

Ia berharap dengan mendunianya angklung ini dapat memacu semangat dan tanggung jawab masyarakat Indonesia dalam melestarikan dan mempromosikan angklung.

“Sejarah, proses pembuatan, filosofi, metode dan cara pengajarannya dari jaman dahulu itu by oral atau diceritakan secara turun temurun. Nilai-nilai dan sejarah yang begitu dalam itulah yang menjadi kekuatan dari instrument ini. Oleh karena itu kita sebagai Bangsa Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk terus melestarikan dan mempromosikan angklung," papar Tricia ketika membawakan materi dengan tagline AngklungkeLampung.

“Saya berharap agar tagline AngklungkeLampung ini dapat terus bergema melalui kolaborasi-kolaborasi dengan kesenian lokal seperti alat musik cetik yang merupakan salah satu alat musik tradisional Provinsi Lampung," lanjut Tricia.

Menurutnya, Angklung dapat menjadi instrumen dalam membumikan Pancasila. Angklung tidak hanya bagian dari seni, namun memiliki filosofi sebagai media untuk dialog budaya dan pertukaran ide atau gagasan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X