Jokowi Kecewa, Pemda Menimbun Dana Transfer Daerah Rp 226 Triliun

- Jumat, 26 November 2021 | 11:11 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi).  (Dok. Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Dok. Setpres)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya kepada Pemerintah Daerah karena rendahnya serapan APBD. Jokowi mendapati uang transfer daerah masih mengendap di bank 226 triliun per November 2021. Angka itu lebih tinggi dibanding Oktober 2021 yang hanya Rp 170 triliun mengendap di bank.

Presiden Jokowi menyampaikan kekecewaannya itu di depan para gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia saat Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu 24 November 2021.

Jokowi berang lantaran banyak Pemda yang menimbun anggaran di bank daripada membelanjakannya. Jokowi menemukan jumlah dana yang mengendap mendekati akhir tahun bukannya berkurang, justru terus meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.Padahal belanja daerah sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Saya harus ngomong apa adanya dengan para gubernur, bupati, dan wali kota. Tadi pagi saya cek ke Menteri Keuangan masih ada berapa uang yang ada di bank. Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi tidak turun, justru naik. Saya dulu peringatkan, Oktober seingat saya Rp170 (triliun), ini justru naik menjadi Rp 226triliun,” katanya.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang berjudul Jokowi Garang Soal Investasi, Pemerintah Gemar Tumpuk Uang Demi Bunga Bank, Presiden Jokowi menjelaskan keterkaitan belanja pemerintah dengan investasi yang punya peran dalam pertumbuhan ekonomi. Menurutnya serapan APBN dan APBD menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh kehadiran investasi.

”Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri aja tidak digunakan kok ngejar-ngejar orang lain agar uangnya masuk, logikanya enggak kena,” kata dia.

”(Harusnya) uang kita sendiri dihabiskan, realisasikan segera habis, waduh udah enggak ada APBD, APBN udah enggak ada, baru mencari investor agar uang datang, logika ekonominya seperti itu. Ini masih Rp226 triliun, triliun lho, gede sekali ini. Kalau dimiliarkan Rp226.000 miliar, gede sekali ini,” kata dia.

Agar hal itu tidak terjadi lagi, Jokowi mengingatkan jangan ada lagi ego sektoral antara kementerian dan daerah. Hal itu dilakukan guna memajukan daerah-daerah di Indonesia.

”Sekali lagi kementerian, daerah, agar kita semuanya ini meninggalkan ego sektoral kita, semuanya harus memiliki visi yang sama, semuanya harus memiliki keinginan yang sama untuk memajukan daerahnya, kota, kabupaten, provinsi, dan tentu saja memajukan negara kita Indonesia,” kata Jokowi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X