Ribuan Buruh Majalengka Demo Tuntut Kenaikan UMK, diwarnai Aksi Sweeping Pabrik

- Rabu, 24 November 2021 | 20:56 WIB
Ribuan Buruh di Majalengka kembali melakukan aksi demo ke Pendopo Gedung Negara menolak penetapan UMK yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan sesuai rum tertuang dalam PP 36. Atas tuntutan buruh akhirnya Pemerintah Kabupaten Majalengka menyepakati pengusulan kenaikan upah sebesar Rp370.000 ke pemprov Jawa Barat, Rabu 24 November 2021.  (Kabar Cirebon/Tati P)
Ribuan Buruh di Majalengka kembali melakukan aksi demo ke Pendopo Gedung Negara menolak penetapan UMK yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan sesuai rum tertuang dalam PP 36. Atas tuntutan buruh akhirnya Pemerintah Kabupaten Majalengka menyepakati pengusulan kenaikan upah sebesar Rp370.000 ke pemprov Jawa Barat, Rabu 24 November 2021. (Kabar Cirebon/Tati P)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Majalengka. Sejumlah buruh di Kabupaten Majalengka melakukan aksi sweeping ke beberapa pabrik untuk mengajak karyawannya berdemo. Di antara mereka melakukan pengrusakan pagar pabrik. Buruh yang tengah bekerja pun akhirnya keluar mengikuti ajakan untuk berdemo.

Mereka bergabung dengan ribuan Buruh melakukan aksi demo di depan Pendopo Kabupaten Majalengka pada Rabu, 24 November 2021.

Ribuan buruh itu mengawali demonya dengan memadati ruas jalan Abdul Halim sepanjang kurang lebih 500 meteran antara Perempatan Istana Bintang hingga Perempatan Gedong Jangkung. Di ruas tersebut dipenuhi kendaraan dan pendemo. Usai orasi di jalan depan Gedung DPRD mereka melaju ke Pendopo.

Aksi demo ribuan buruh dilakukan setelah dua kali pembahasan kenaikan UMK melalui Dewan Pengupahan mengalami kebuntuan karena perwakilan buruh menolak kenaikan upah sebesar Rp36.000 yang disepakati Dewan Pengupahan.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang berjudul Ribuan Buruh Demo, Pemkab Majalengka Akhirnya Bersedia Ajukan Kenaikan UMK, ribuan buruh yang demo itu menuntut Pemerintah menetapkan UMK sebesar Rp726.000 di Tahun 2022.

Perwakilan pendemo diterima Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Sekda Majalengka Eman Suherman, Kapolres Ajun Komisaris Polisi Edwin Affandi, Dandim 0617 Majalengka Let Kol Inf Andik Siswanto serta Kajari Eman Sulaeman dan Akademisi Dadang Dirno serta sejumlah pejabat lainnya di ruang rapat sekda.

Perwakilan buruh Asep Oding sedianya meminta pemerintah menaikan UMK sebesar Rp726.000 di Tahun 2022 yang disebutnya ambang batas atas atau ambang batas bawah sebesar Rp360.000.

Setelah melakukan dialog yang alot dengan perwakilan Pendemo, akhirnya Pemerintah Kabupaten Majalengka menyepakati buruh untuk mengusulkan kenaikan UMK kepada Gubernur Jawa Barat sebesar Rp370.000 dari ambang batas atas yang diminta sebesar Rp726.000.

Menyikapi aksi demo buruh itu, Kapolres Majalengka Edwin Affandi mengingatkan dalam aksi demo agar tidak ada buruh yang terprovokasi hingga bersikap kurang baik, yakni terjadi perusakan pagar pabrik juga aksi sweeping terhadap buruh lain yang tengah bekerja.

Selain itu dia menilai aksi demo buruh itu telah melanggar protokol kesehatan yang di masa pandemi sangat tidak diperkenankan. Untuk itu pihaknya akan mengevaluasi perkembangan Covid-19 pasca demo yang dilakukan buruh selama lima hari kedepan. Ketika muncul kasus Covid-19 baru maka pabrik segera ditutup sementara.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X