Presiden Jokowi : Kebutuhan Jagung Nasional Agar Terpenuhi dari Petani

- Selasa, 23 November 2021 | 20:06 WIB
Jokowi bantu petani tanam Jagung.  (Setkab)
Jokowi bantu petani tanam Jagung. (Setkab)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Sulawesi Selatan. Usai meresmikan Bendungan Karalloe di Gowa, Presiden Joko Widodo melakukan penanaman jagung bersama petani di Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto pada Selasa, 23 November 2021.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Selain itu Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar juga turut hadir dalam acara tersebut.

Di sela-sela acara itu Presiden Jokowi menuturkan,"Sore hari ini saya bersama dengan Pak Menko Perekonomian, dengan Menteri Pertanian, dan juga Gubernur Sulawesi Selatan, Pak Bupati Kabupaten Jeneponto dan para petani bersama-sama melakukan penanaman jagung di areal Kabupaten ini sebesar 1.000 hektare."

Kemudian Jokowi berharap agar banyak petani yang menanam jagung agar kebutuhan jagung secara nasional dapat terpenuhi.

"Ini memang kebutuhan jagung secara nasional masih kurang. Sehingga kita harapkan dengan semakin banyaknya petani yang menanam jagung, kekurangan stok jagung secara nasional dapat segera kita tutup dan tidak usah impor lagi," ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Jokowi menyinggung harga jagung saat ini di Jeneponto sangat baik, bagi petani bisa menjual Rp4000 per kilogram.
"Kalau harganya terlalu tinggi yang senang petani, tetapi para peternak ayam daging maupun telur, pasti akan mengeluh karena harga pakan ternaknya menjadi tinggi," ungkap Jokowi.

Jokowi menekankan agar harga jagung baik bagi petani tetapi tidak memberatkan juga untuk para peternak.

"Ini memang dua hal yang memang harus bisa seimbang, petani juga diuntungkan, tetapi para peternak yang juga harus diuntungkan. Inilah yang baru kita cari keseimbangannya, kalau produksi secara nasional itu tercukupi," tuturnya.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X