Pelaku Seruan Jihad Memerangi Densus 88 Telah dibekuk Polisi

- Senin, 22 November 2021 | 22:20 WIB
Ilustrasi Densus 88 tangkap terduga teroris.  (Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar)
Ilustrasi Densus 88 tangkap terduga teroris. (Pikiran Rakyat/Armin Abdul Jabbar)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Baru-baru ini di media sosial sempat beredar seruan jihad untuk memerangi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Seruan jihad itu muncul pasca ditangkapnya anggota MUI oleh Densus 88 karena terlibat terorisme.

Merespon narasi seruan jihad itu, Polisi segera bergerak cepat untuk menangkapnya agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat karena terprovokasi.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya Penyebar seruan jihad AW (36) akhirnya dibekuk Polisi. Polisi menangkap AW (36) penyebar seruan jihad di media sosial yang mengajak untuk memerangi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada Jumat 19 November 2021.

Informasi itu dikemukakan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Senin, 22 November 2021.Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, AW ditangkap di kediamannya di kawasan Bandung, Jawa Barat. Pasal yang akan menjeratnya terkait tindakan provokasi.

Dikutip dari Pikiran Rakyat.Com yang berjudul Polisi Tangkap Penyebar Seruan Jihad Perang Lawan Densus 88, terungkap bahwa pelaku AW mengkonsumsi obat-obatan sebelum memposting seruan jihat memerangi Densus 88.

Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan kata Ramadhan, terungkap bahwa pelaku mengkonsumsi obat-obatan sebelum memposting seruan jihad tersebut.

"Yang bersangkutan sebelum memposting mengkonsumsi obat jenis riklona secara sekaligus sebanyak empat butir," ujarnya.
Alhasil akibat mengkonsumsi obat tersebut pelaku kehilangan kendali sehingga melakukan perbuatan tersebut.

Pelaku pun telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dalam hal ini polisi melakukan pembinaan sehingga membebaskan pelaku.

"Polri memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk kita bina, sehingga pada malam harinya pukul 18.30 WIB dipulangkan ke rumahnya dan tentu tidak dilakukan proses hukum, namun dilakukan secara pembinaan," ujar Ramadhan.
Sebelumnya, muncul seruah jihad dan ajakan melawan Densus 88 Antiteror Polri di media sosial.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X