Presiden Jokowi : Peralihan dari Energi Fosil ke Listrik harus dipercepat

- Sabtu, 20 November 2021 | 18:54 WIB
Presiden Jokowi rapat dengan dewan komisaris dan direksi BUMN (Fb presiden joko widodo)
Presiden Jokowi rapat dengan dewan komisaris dan direksi BUMN (Fb presiden joko widodo)

 

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti masih tingginya penggunaan sumber energi fosil seperti minyak bumi dan gas.

Persoalannya, untuk menenuhi suplay energi tersebut terutama minyak bumi, Indonesia masih memerlukan impor sehingga membebani neraca pembayaran.

Dampaknya neraca perdagangan Indonesia kerap tidak surplus. Untuk itu Jokowi menekankan penggunaan sumber energi lain yang lebih hemat dan tidak perlu impor.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi melalui FB akun presiden joko widodo yang diposting hari ini, Sabtu, 20 November 2021.

Perlu diinformasikan pekan lalu Presiden Jokowi mengadakan rapat bersama Dewan Komisaris dan Direksi BUMN pada Selasa, 16 November 2021 di Istana Bogor.

Inti rapat itu secara garis besar disebarluaskan di FB akun Presiden Joko Widodo. Berikut ini pernyataan secara lengkapnya.

"Suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih berasal dari batu bara sebesar 67 persen, kemudian bahan bakar atau fuel 15 persen, dan gas delapan persen. Apabila Indonesia dapat mengalihkan energi tersebut, maka akan berdampak pada keuntungan neraca pembayaran.

Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain -- misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya -- karena di PLN oversupply, maka pasokan dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina menjadi turun.

Di hadapan para Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina dan PT PLN di Istana Bogor, pekan lalu, saya menyampaikan bahwa transisi energi ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Maka, perencanaannya sudah harus mulai disiapkan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: FB Presiden Joko Widodo

Tags

Terkini

X