Ironis, sebanyak 28.965 orang ASN Aktif Menerima Bantuan Sosial

- Kamis, 18 November 2021 | 15:00 WIB

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Setelah melakukan penelusuran, Kementerian Sosial menemukan sebanyak 31.624 ASN orang Aparatur Sipil Negara (ASN) tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Masuknya ASN menjadi penerima Bantuan Sosial itu berasal dari daerah. Ironisnya selama ini pencatatan itu dibiarkan tanpa koreksi. Hal itu dikemukakan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Menindaklanjuti temuan tersebut Risma berkoordinasi dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara). Setelah ditelusuri lebih mendalam, ASN aktif yang masih menerima bantuan sosial mencapai 28.965. Seluruh data itu tersebar di 514 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

"Setelah kita cek di data BKN mungkin sisanya sudah pensiun itu 28.965 ASN aktif. Ini akan kita kembalikan ke daerah, itu tersebar di 514 kota kabupten di 34 provinsi," katanya dalam konfrensi pers di Kementerian Sosial, Kamis, 18 November 2021.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com yang berjudul Risma Temukan 31.624 ASN Terima Bantuan Sosial, Tersebar di Seluruh Kabupaten Kota, Risma menyebutkan, sejumlah ASN yang menerima bantuan sosial ini berprofesi sebagai dosen dan tenaga medis.

Lebih lanjut, Risma menegaskan data-data itu dikembalikan ke pemerintah daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

"Kementerian Sosial akan mengembalikan ke daerah, itu tersebar di 514 kota kabupaten di 34 provinsi. Nanti itu akan kita kembaikan data ini, saya berharap daerah memberikan respon balik pada kita," ucapnya.

Adapun jenis bantuan yang diterima, Risma menjelaskan seluruh ASN ini menerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

"Dia menerima bansos selama ini data dari daerah, karena tidak ada koreksi itu, tapi tetap kembalikan ke daerah tapi kami juga punya daerah. Jenis bansos apa saja, ada BPNT, PKH," ucapnya.

Lebih jauh, Risma menjelaskan saat ini DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang sudah padan dengan data kependudukan sebanyak 134.347.246. Kemensos kata dia mulai melakukan verifikasi sejak tahun 2017.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X