Kado Istimewa dari Presiden Jokowi di Hari Santri Nasional 2021: Perpres Pendanaan Pesantren

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:37 WIB
Menteri Agama Gus Yakut (Pikiran Rakyat)
Menteri Agama Gus Yakut (Pikiran Rakyat)

 

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Jakarta. Tadi pagi, Jumat 22 Oktober 2021, Kementerian Agama RI melaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2021 di lapangan kantor Kementerian Agama RI Jakarta.

Upacara yang disiarkan langsung melalui media resmi Kemenag itu berjalan lancar. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas yang akrab dipanggil Gus Yaqut menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional 2021 terasa istimewa. Pasalnya dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021 ini, Presiden Jokowi telah menebitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Menurut Gus Yaqut, terbitnya Perpres itu merupakan kado spesial dari Presiden Joko Widodo untuk Peringatan Hari Santri Nasional 2021. Peraturan Presiden itu secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

Para santri usai mengikuti upacara Hari Santri Nasional di Kantor Kemenag (dokumentasi Kemenag)

Perlu diinformasikan Perpres itu adalah kado istimewa kedua selama perayaan Hari Santri Nasional.

Dua tahun sebelumnya tepatnya 2019, Hari Santri Nasional dihadiahi Kado istimewa berupa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Terkait kedua payung hukum eksistensi pesantren itu, Gus Yaqut memaparkan, UU Pesantren maupun Perpres Pendanaan Pesantren, merupakan bentuk rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi negara terhadap pesantren.Ke depan, pesantren diharapkan terus mengembangkan fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan juga fungsi pemberdayaan masyarakat. 

Lebih lanjut Gus Yaqut ini menyampaikan,  hari santri tidak lepas dari perjuangan pahlawan dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Kiprah para santri dalam perjuangan bangsa itu mendasarkan pada resolusi Jihad bertanggal 22 Oktober 1945 yang di bawah komando Hadratusy-Syaikh Hasyim Asy'ari .

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X