PON 2021 di Papua Menyampaikan Pesan : Papua adalah Bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:49 WIB
Sejumlah pelaku seni menari tarian aster saat menutup pelaksanaan perlombaan sepatu roda Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Jembatan Merah Youtefa, Minggu (3/10/2021). ( ANTARA/Asep Firmansyah)
Sejumlah pelaku seni menari tarian aster saat menutup pelaksanaan perlombaan sepatu roda Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Jembatan Merah Youtefa, Minggu (3/10/2021). ( ANTARA/Asep Firmansyah)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Papua. Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Bumi Cenderawasih memang berakhir untuk periode kali ini. Namun, tidak begitu dengan pesan moral di balik kesuksesan penyelenggaraannya. Tentunya pesan moral itu jauh lebih berharga dibandingkan ajang perebutan medali, yakni makin kuat dan eratnya rasa persaudaraan antaranak bangsa.

Bagi masyarakat Papua, penyelenggaraan PON Ke-20 bukan saja perkara dipercaya sebagai tuan rumah, melainkan telah menunjukkan bahwa Tanah Papua merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Papua adalah bagian dari NKRI, yang bersatu dari Marauke ke Sabang di bawah nauangan Pancasila dan UUD 1945.

Sebanyak 33 kontingen dari 33 provinsi dengan total 6.116 atlet datang beramai-ramai mengunjungi provinsi yang terletak di ujung timur Indonesia tersebut.

Kedatangan mereka tersebar di empat klaster penyelenggaraan PON XX, yakni Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Barangkali perlu ditegaskan bahwa bagi mereka momentum tersebut bukan sekadar untuk memperebutkan 681 medali emas, 681 perak, dan 877 medali perunggu saja.

Jauh dari itu, ribuan atlet dan ofisial dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda itu sengaja datang ke Papua untuk merekatkan dan menguatkan rasa kebangsaan.

Selama ini, Tanah Papua memang tidak pernah lepas dari berbagai terpaan isu miring. Sebut saja mulai dari dugaan pelanggaran hak asasi manusia, sengketa tanah adat, kesenjangan pembangunan infrastruktur, hingga upaya melepaskan diri dari NKRI. Bahkan, hingga kini masih berlangsung dan mencuat dari timur sana.

Meski demikian, sama-sama diketahui pula bahwa pemerintah negeri ini terus berupaya dengan gigih bahwa Papua merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia.

Jika menengok 59 tahun ke belakang, presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah berucap hendak merebut kembali Irian Barat (sekarang Provinsi Papua Barat) ke pangkuan Indonesia dari kolonialisme Belanda.

Artinya, jauh hari sebelum PON XX digelar, semua anak bangsa rela berdarah-darah memperjuangkan Tanah Papua agar tidak lepas ke tangan penjajah. Kini, setelah PON pertama kali dilaksanakan di Surakarta pada tahun 1948, untuk pertama kalinya Papua dipercaya menjadi tuan rumah acara multievent 4 tahunan tersebut.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X