Sandiaga Uno: Dibutuhkan Gerak Cepat Untuk Membantu Pelaku Seni pada masa Pandemi agar dapat Bangkit

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:20 WIB
Menparkeraf Sandiaga Uno (instagram@sandiuno)
Menparkeraf Sandiaga Uno (instagram@sandiuno)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Gelombang pandemi covid-19 ini memang sangat merugikan dalam berbagai sektor, tak terkecuali pada sektor seni. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, atau yang biasa dikenal sebagai Sandiaga Uno, menyebutkan pemerintah juga perlu gerak cepat dalam membantu pelaku seni agar dapat bangkit kembali. Terutama pada seni Wayang.

Sebagaimana telah diberitakan://www.suaramerdeka.com/ekonomi/menparekraf-sebut-butuh-gerak-cepat-untuk-bantu-pelaku-seni, Sandiaga Uno menyampaikan, Sandiaga Uno menyampaikan, para pihak perlu upaya cepat untuk membantu para pelaku seni.

"Dibutuhkan gerak cepat untuk membantu pelaku seni, terutama seni pewayangan," katanya saat mengunjungi rumah siap kerja di Sanggar wayang Ki Warseno Slank Kabupaten Sukoharjo, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Dengan gelaran seni wayang tersebut, menurut Sandi, juga dapat membantu UMKM dan wirausaha dalam membuka lapangan kerja.

Sebagai upayanya membantu pelaku seni ini, diciptakannya program rumah kerja, sehingga para pegiat seni juga dapat mengikuti program prakerja. Hal ini juga disampaikan oleh Sandi, menurutnya, program ini sangat tepat sasaran dan tepat waktu sebagai upaya pemerintah membantu membangkitkan kembali sektor seni pasca pandemi.

Sementara itu, dikatakannya, diperlukan adaptasi pelaku seni untuk menyesuaikan kondisi terkini agar kalangan milenial tertarik menyaksikan pertunjukan wayang kulit.

Gibran Rakabuming Raka, selaku Walikota Solo juga mengatakan bahwa, Solo kali ini sudah dapat melonggarkan aktivitas masyarakatnya mengingat level PPKM di kota tersebut telah turun menjadi level 2 dengan capaian vaksinasi yang cukup tinggi. Untuk itu, aktivitas seni seperti pagelaran wayang diperbolehkan namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, tamu terbatas, dan hybrid.(Meli) ***

(Jati Prihatnomo/Suara Merdeka)

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Terkini

X