Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw perlu Perhatikan Pedoman Peringatan Hari Besar Pada Masa Pandemi

- Senin, 11 Oktober 2021 | 06:12 WIB
Menteri Agama Gus Yakut (dok. Kemenag)
Menteri Agama Gus Yakut (dok. Kemenag)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Jakarta. Mengingat dalam waktu dekat ini akan berlangsung peringatan Maulid Nabi, Kemenag Indonesia telah menetapkan pedoman-pedoman bagi masyarakat yang hendak melakukan perayaan hari besar keagamaannya.

Pedoman ini tak hanya diperuntukkan untuk peringatan Maulid Nabi saja, tapi juga peringatan-peringatan hari besar keagamaan lainnya seperti Natal, dan lain-lain. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan rantai penyebaran covid-19. Apalagi tingkat kasus di Indonesia saat ini busa dibilang telah melandai.

"Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi SAW, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19," Ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dikutip dari siaran pers kementrian di Jakarta, Jum’at, 8 Oktober 2021 lalu.

Pedoman penyelenggaraan hari besar ini telah tertuang pada Surat Edaran Menteri Agama No.29 Tahun 2021 yang disusun dengan memperhatikan kondisi Penularan Virus Covdi-19 di beberapa daerah di Indonesia.

Teruntuk wilayah dengan level PPKM 3 dan 4, dianjurkan untuk menyelenggarakan peringatan hari besar keagamaan secara online. Misalpun diharuskan untuk secara offline, disarankan untuk melakukan acara pada ruangan terbuka dan tetap dengan menjaga jarak aman antara satu sama lain, dan secara ketat mematuhi protokol kesehatan. Acara tersebut juga hanya boleh dihadiri oleh maksimal 50 persen dari kapasitas tempat yang digunakan.Dalam berlangsungnya acara, penyelenggara juga diharapkan untuk tetap memantau kondisi agar protokol kesehatan senantiasa dilakukan secara tertib hingga acara berakhir.

Sedangkan untuk wilayah dengan level PPKM 2 dan 1, diperbolehkan melakukan acara secara tatap muka, namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Sedangkan untuk masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas, dan Ibu-Ibu hamil, dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan keagamaan terlebih dahulu.

Yaqut juga berpesan untuk masyarakat agar tidak melakukan pawai dalam memperingati hari keagamaan esok.

"Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka peringatan hari besar keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” ucapnya. Selain itu, Yaqut juga menghimbau agar masyarakat menggunakan aplikasi pedulilindungi guna mempermudah dalam mendeteksi kasus penyebaran covid-19 ini. (Meli)***

Informasi ini telah diberitakan di//www.suaramerdeka.com/nasional/menjelang-peringatan-hari-besar-kemenag-terbitkan-pedoman-peringatan-keagamaaan-saat-pandemi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Terkini

X