Ketua DPRD DKI Jakarta: Gubernur Anies Lengser, TGUPP Tak Boleh Beroperasi

- Rabu, 14 September 2022 | 22:53 WIB
Kecewa dengan TGUPP diungkap Prasetyo Edi via Twitter (14/9). (katalogika)
Kecewa dengan TGUPP diungkap Prasetyo Edi via Twitter (14/9). (katalogika)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta tidak boleh beroperasi usai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan habis masa jabatannya pada 16 Oktober 2022.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dikutip dari laman gesuri.id pada Rabu, 14 September 2022.

Prasetyo menilai keberadaan TGUPP malah membuat kacat pembangungan di Jakarta. Sehingga TGUPP tidak diperlukan lagi dan tak boleh lagi beroperasi.

"Itu, TGUPP, harus hilang. Itu yang membuat kacau pembangunan di Jakarta," kata Prasetyo.

Baca Juga: Pembahasan RUU Sisdiknas Jadi Peluang Rekognisi Pendidikan Al Quran

Lebih lanjut Prasetyo menyebut salah satu pembangunan yang kacau akibat TGUPP adalah pelebaran trotoar di Kemang, Jakarta Selatan. Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pelebaran trotoar itu berakibat terhadap menyempitnya drainase di Kemang.

"Jadi, buntu di tengah-tengah, dampaknya banjir. Jadi, (TGUPP seharusnya) rasional melakukan pembangunan," tuturnya.

Masih dilansir dari laman gesuri, Prasetyo menilai, penangkatan TGUPP era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disertai politik kepentingan. Jumlah anggota TGUPP di era Anies yang membludak juga dinilai membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APDB) DKI Jakarta.

Sementara itu, menurut Prasetyo, Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta mengangkat para aparatur sipil negara (ASN) yang akan pensiun menjadi TGUPP dan jumlahnya tidak sebanyak tim bentukan Anies.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X