Gunakanlah Internet dengan Bijak. Gegara Saling Ejek di Media Sosial, Seorang Warga Tewas Dikeroyok

- Jumat, 29 Juli 2022 | 15:51 WIB
Ilustrasi media sosial / pixabay
Ilustrasi media sosial / pixabay

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Menggunakan media sosial haruslah bijak. Hindari saling ejek dan saling menghina. Selain itu sikap menahan diri sangat diperlukan jika ada yang melecehkan di media sosial.

Tindakan menuruti amarah manakala diejek di media sosial dapat berakibat musibah. Bahkan bisa berujung pada malapetaka yang memakan korban. Salah satunya aksi tawuran di Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Aksi tawuran yang terjadi pada hari Sabtu, 23 Juli 2022 itu mengakibatkan 1 orang berinisial RH (23) tewas. Korban tewas akibat alami pengeroyokan yang dilakukan 3 orang. Saat dikeroyok korban RH (23) meninggal dunia dengan empat luka yang terbuka akibat tusukan di bagian punggung.

Baca Juga: Residivis Pengedar Narkoba di Jakarta Barat Dibekuk Polisi. Ini Barang Buktinya

Kemudian polisi melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para pelaku pengeroyokan dalam tawuran tersebut. Polisi menyebut aksi tawuran tersebut disebabkan adanya saling ejek di media sosial.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Jumat, 29 Juli 2022.

“Ini akibat saling ejek di media sosial inilah yang memicu terjadinya kejadian (tawuran) ini sampai dengan korban meninggal dunia,” ujar Zulpan.

Lebih lanjut Zulpan menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari berita viral aksi tawuran yang mengakibatkan korban meninggal dunia serta adanya laporan dari anggota keluarga korban ke polisi.

“Diawali dengan olah TKP dan mendapatkan petunjuk, kemudian kita juga mengumpulkan keterangan dari para saksi, disamping juga ada CCTV yang membantu menunjukkan keterlibatan para pelaku atau peran para pelaku dan kejahatannya,” paparnya.

Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku yakni R (23), serta DAA dan AA yang masih di bawah umur, yang mengeroyok korban hingga tewas. Dua orang lainnya yang terlibat yakni S dan BU masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X