Ajaran Islam Melarang Bullying atau Perundungan. Ini Dalilnya

- Jumat, 23 September 2022 | 11:02 WIB
Ilustrasi bullying. (Pinterest @Behance)
Ilustrasi bullying. (Pinterest @Behance)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Belakangan kita disuguhi berita tentang perilaku perundungan atau bullying yang terjadi di lembaga pendidikan, salah satunya pesantren. Kabar itu tentunya menjadi sorotan publik. Pasalnya sebagai lembaga pendidikan agama Islam terjadi tindak perundungan. Padahal banyak orangtua menaruh kepercayaan kepada pesantren untuk mendidik agama putra putrinya. Namun saat ini kita disodori peristiwa bullying di pesantren. Biasanya bullying terjadi dampak relasi antara santri senior dengan yunior yang saling merasa benar. Ada juga bullying karena alasan menegakkan kedisiplinan.

Baca Juga: Soal Penganiayaan Santri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Seorang Tersangka

Pertanyaannya bagaimana Islam memandang tindak perundungan atau bullying yang didasari alasan tertentu? Bagamaimana hukumnya orang melakukan bullying berdasarkan ajaran Islam? Pastinya Islam melarang tindak bullying di manapun dan apapun alasannya. Dilansir dari laman NU Online, banyak dalil yang melarang aksi bullying. Berikut ini ulasannya.

Aksi bullying yang terjadi di pesantren tidaklah mencerminkan ajaran agama. Ditegaskan bahwa aksi bullying merupakan perilaku oknum, dan tentu tidak semua pesantren-pesantren di Indonesia dapat disamaratakan kondisinya.

Bullying yang juga terjadi di berbagai tempat dan institusi seperti perkantoran, dan yang lainnya tidaklah dibenarkan karena menceridai orang lain yang menjadi korban.

Jelas sekali bagi kita, tindakan bullying ataupun perundungan yang menyentak alam sadar kita, bukan saja dampak psikologis yang diakibatkan, bahkan hingga menghilangkan nyawa. Berapa banyak korban yang psikologisnya terdampak akibat tindakan bullying. Hal tersebut tentunya dapat merusak masa depan si korban. Bagaimana tidak? Pasca menerima tindakan bullying ia akan merasakan trauma dan depresi, lebih-lebih apabila tidak ada orang di sekitarnya yang peduli.

Baca Juga: Sikapi Kekerasan di Pondok Pesantren, Begini Respon Kementerian Agama

Bullying sendiri adalah perilaku agresif yang melibatkan berbagai perilaku, baik berupa kekerasan fisik seperti memukul, menampar, memalak, menendang, dan membuat gerakan kasar lainnya, atau kekerasan verbal seperti menghina, memanggil dengan panggilan buruk, menebar gosip, menuduh, dan sebagainya, maupun psikologis, seperti mengucilkan, menatap sinis, mempermalukan di depan umum, dan sebagainya. Umumnya oleh yang lebih senior, lebih kuat, dan berstatus sosial lebih tinggi daripada korban bullying.

Dalam Al-Quran setidaknya ada 3 istilah yang masuk kategori bullying. Ketiganya bukanlah cerminan dari sifat seorang yang beriman kepada Allah, dan sudah barang pasti ketiga hal tersebut dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X