Kerahkan Inspektorat, Gubernur Ganjar Dorong Terwujudnya Budaya Antikorupsi

- Selasa, 29 November 2022 | 17:36 WIB
Gubernur Ganjar dan Ketua KPK Firli di peluncuran budaya antikorupsi/jatengprov.go.id
Gubernur Ganjar dan Ketua KPK Firli di peluncuran budaya antikorupsi/jatengprov.go.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Semarang. Gubernur Ganjar Pranowo mendorong terwujudnya budaya antikorupsi di Jawa Tengah yang terus menggema dan dimulai dari tingkat desa.

Hal itu disampaikannya, usai menghadiri Peluncuran Desa Antikorupsi tahun 2022, di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa 29 November 2022.

“Ini bukan cerita sulit karena kita punya kewenangan kata Pak Firli,” ucap Ganjar, dalam konferensi pers bersama Ketua KPK Komjen (Purn) Firli Bahuri.

Baca Juga: Dana Desa di Kabupaten Batang Capai Rp 200 Miliar, KPK: Rawan Korupsi. Ini Modusnya

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, guna mewujudkan budaya antikorupsi hanya butuh kemauan untuk melaksanakan.

“Saya perintahkan aja Inspektorat sama Dispermasdes bikin satu kabupaten satu dan kita sudah punya 29 sekarang on going semua dalam penilaian dan alhamdulillah ada benchmark-nya yaitu Desa Banyubiru,” kata Ganjar.

Sebagai informasi Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang menjadi desa dengan kategori istimewa, dengan nilai terbaik di antara sepuluh Desa Antikorupsi lainnya.

Ganjar berharap hasil penilaian di Desa Banyubiru, bisa direplikasi oleh 7.809 desa di Jawa Tengah.

“Kita tinggal replikasi, kalau kemudian contoh itu sudah ada ukurannya sudah ada maka tinggal satu lagi, diperintahkan seluruh desa untuk melakukan Program Desa Antikorupsi dengan melihat segala indikator yang ada itu,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X