Angka Stunting Anak di Kabupaten Rembang Alami Penurunan 2 Persen

- Selasa, 15 November 2022 | 17:39 WIB
Ilustrasi stunting
Ilustrasi stunting

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Rembang. Angka stunting anak di Kabupaten Rembang menurun dari 13,9 persen menjadi 11,8 persen. Penurunan itu tercatat per tengah November 2022 dibandingkan kondisi September lalu.

Informasi itu diungkapkan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Rembang, yang juga Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ dalam evaluasi dan rencana tindak lanjut audit kasus stunting di tingkat Kabupaten Rembang Senin 14 November 2022.

Baca Juga: Angka Stunting Anak di Kabupaten Batang Alami Sedikit Penurunan

Mochamad Hanies menambahkan bahwa angka 11,8 persen bersumber dari data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

“Pada saat lokakarya tingkat kecamatan, pada saat ini, kita sudah di 11,8 (persen) menurut e-PPBGM. Atau ada 4.480 balita yang stunting di Kabupaten Rembang,” Mochamad Hanies yang akrab disapa Gus Hanies.

Menurutnya, penurunan stunting di Rembang itu terbilang cukup bagus. Lantaran dari angka stunting 13,9 persen pada September 2022, saat ini sudah 11,8 persen. Dengan perkembangan itu, kata Gus Hanies, Pemkab Rembang menargetkan bisa mencapai satu digit atau di bawah 10 persen pada 2025 mendatang.

Gus Hanies juga mengungkapkan, kesuksesan percepatan penurunan kasus stunting dari tahun ke tahun itu tak lepas dari kesadaran masyarakat. Warga sudah sadar pentingnya kesehatan, kerja keras tim pendamping keluarga, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat desa, bidan desa, dan kader temokno, laporno, openi (Telponi).

Baca Juga: Warga Desa Larangan Kabupaten Brebes Gotong Royong Atasi Stunting

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman mengungkapkan, pihaknya telah melaksanakan pendataan keluarga pada Juli sampai September 2021. Pendataan menyasar empat kelompok sasaran, meliputi remaja, calon pengantin (catin), ibu hamil (bumil), dan anak di bawah lima tahun (balita).

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X