Hasil Panen Tembakau di Kabupaten Boyolali Turun, Ini Penyebabnya

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:42 WIB
Prosesi mengawali petik tembakau oleh bupati Boyolali Said Hidayat / jatengprov.go.id
Prosesi mengawali petik tembakau oleh bupati Boyolali Said Hidayat / jatengprov.go.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Boyolali. Produksi tembakau di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali tahun ini mengalami penurunan 0,8 persen dibanding 2021.

Penurunan disebabkan curah hujan yang tinggi dan berkurangnya minat petani tanam tembakau.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto.

"Dibandingkan dengan tahun lalu kita menurun 0,8 persen karena curah hujan yang cukup tinggi, dan menurunnya minat petani karena melihat kondisi alam,” jelas Bambang.

Baca Juga: RSUD Bendan Kota Pekalongan Punya Direktur Baru Hasil Seleksi Terbuka. Ini Profilnya

Tahun 2022, kata Bambang, di Selo, luas tanam asepan 68,6 hektare, dan luas tanam untuk tembakau rajangan 3.078 hektare.

Sementara 2021, lanjut Bambang, luas tanam untuk tembakau asepan seluas 253 hektare, adapun untuk rajangan 4.445 hektare, produksi tembakau kering sekitar satu ton per hektar.

Diketahui baru-baru ini masyarakat Desa Senden, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali memulai panen tembakau.

Mengawali panen tembakau, para petani menggelar kirab hasil bumi pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X