Kelompok Tani di Magelang Mengikuti Bimtek Pemanfaatan Pupuk Organik. Ini Tujuannya

- Rabu, 20 Juli 2022 | 22:12 WIB
hasil pertanian dengan pemanfaatan pupuk organik di Magelang / gesuri.id
hasil pertanian dengan pemanfaatan pupuk organik di Magelang / gesuri.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Magelang. Kementerian Pertanian atau Kementan RI menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) terkait Teknik Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik bagi Pertanian di Magelang. Bimtek yang dimulai pada Selasa, 19 Juli 2022 itu diikuti perwakilan dari 141 kelompok tani penerima bantuan pupuk hayati cair. 

Perlu diinformasikan bahwa bimtek tersebut diselenggarakan atas inisiatif Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina.

“Saya menyakini kelompok tani yang datang sebagai peserta, berkomitmen untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan lahan yang lebih memperhatikan unsur hara tanah, serta juga paham benar akan perbedaan hasil antara menggunakan pupuk non organik / kimia dengan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. kata Vita di sela-sela acara.

Baca Juga: Kurangi Dampak Kimia, Petani Kabupaten Landak Gunakan Pupuk Organik

Vita menambahkan, sekarang ini terus berkembang suatu pola/gaya hidup sehat (bahkan lebih lagi setelah situasi pandemik) yang terjadi terutama di kota-kota besar, yang menyebabkan minat akan komoditas/produk organik semakin meningkat, namun dirasa belum linier dengan pertumbuhan pertanian organik, yang masih belum banyak memenuhi kebutuhan pasar. Maka sebenarnya segmen ini harus segera mendapat perhatian dan diambil, dan tentunya dengan dukungan dari pihak-pihak terkait, baik itu dari proses sertifikasi maupun jaringan kemitraan. Jangan sampai kita terus kalah dari impor, padahal, kunci kualitas produk organik adalah kesegaran produk, tanpa bahan pengawet.

“Berbicara pupuk, tentu saja kita semua sama-sama tahu, masalah dan carut marut pendistribusian pupuk bersubsidi menjadi masalah klasik yang sering dihadapi oleh teman-teman petani, apalagi dengan dibatasinya jenis pupuk subsidi tentunya akan menjadi masalah bagi para petani. Saat inipun kami di komisi IV DPR RI fokus bagaimana terus membenahi tata Kelola pupuk bersubsidi. Per September 2022 ini, akan diberlakukan peraturan baru terkait subsidi pupuk, yang dimaksudkan agar mampu memenuhi 100% kebutuhan petani. Ada Pembatasan pupuk bersubsidi, dari segi jenis, komoditas dan luasan lahan,” tambah Vita.

Vita mengatakan, masalah itu sebenarnya, tidak akan berpengaruh banyak kepada para petani yang telah beralih penuh pada pupuk organic, Akan tetapi, menjadi satu irisan menarik betapa keberlanjutan dan keberlangsungan lahan bisa sangat mempengaruhi factor kualitas dan produktivitas pertanian kita, Harapannya nanti kedepannya petani tidak bergantung lagi terhadap pupuk kimia.

Baca Juga: Selain Harganya Terjangkau, Pupuk Organik Dapat Meningkatkan Hasil Pertanian

“Kabupaten Magelang yang dianugerahi dengan kesuburan tanahnya, memiliki keanekaragaman jenis tanaman baik itu tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Khusus pada tanaman pangan dan hortikultura yang selama ini petani bergantung pada pupuk-pupuk kimia seperti urea, npk, phonska dan lain sebagainya, kedepannya harus mulai membiasakan bagaimana penggunaan pupuk secara berimbang, antara kimia dan organic, yang lambat laun jika tanah sudah mulai terbiasa dengan pola tersebut, tanah akan mampu beradaptasi. Apalagi penggunaan pupuk organic secara jangka panjang akan membawa dampak positif terhadap keberlangsungan unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah, lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta secara ekonomi dari segi harga dibanding dengan pupuk kimia jauh lebih murah,” ujar Vita.  ***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X