Gubernur Ganjar : Pemkab dan Pemkot harus Patroli ke sekolah untuk ngecek PTM

- Senin, 25 Oktober 2021 | 19:54 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat percepatan penanganan Covid 19 (Jatengprov.go.id)
Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat percepatan penanganan Covid 19 (Jatengprov.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pemerintah kabupaten/ kota di Jawa Tengah melakukan patroli ke sekolah terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Hal itu perlu dilakukan untuk menanggulangi adanya klaster penularan Covid-19 di sekolah. Pasalnya saat ini di Jateng masih terdapat kasus Covid 19 klaster sekolah.

Perlu diinformasikan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, klaster sekolah mencapai 94 transmisi lokal. Angka itu terbilang cukup tinggi dibanding klaster keluarga yang hanya lima transmisi lokal.

Fakta itu mengemuka dalam rapat percepatan penangananCovid 19 yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo di  Semarang, pada Senin, 25 Oktober 2021 tadi.

Dalam rapat itu Ganjar menyoroti klaster sekolah yang masih tinggi dibanding klaster keluarga. Meski demikian secara umum kondisi Covid 19 di Jateng sudah tertangani dengan baik

“Bagus-bagus tapi kalau saya lihat klasternya ada di sekolah. Tertinggi di sekolah. Pak Wali Kota Solo sudah lapor ke saya, klaster sekolah transmimi lokal ada 94, dan klaster keluarga lima,” kata Ganjar, usai rapat percepatan penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur.

Saat ini dari 94 kasus, semuanya menjalani isolasi mandiri.

“Isoma ada 94 dan rawat relatif tidak ada. Iya OTG (orang tanpa gelaja),” lanjut Ganjar.

Menyikapi klaster sekolah tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo meminta semua pemerintah kabupaten/ kota untuk melakukan pengecekan di lapangan, terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Maka sekarang untuk semuanya ngecek ke lapangan terkait dengan pelaksanan PTM, semuanya. Dibuatkan patroli dicek ke sekolah sekolah sambil kita menunggu hasil laboratoriumnya bisa merekomendasikan bahwa vaksin bisa dipakai SMP dan SD atau anak-anak, itu yang ada,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Terkini

X