Gubernur Ganjar Pranowo: Musium Sangiran perlu mengadakan Kegiatan berkelas Dunia

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:11 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo bersama Menteri Sandiaga Uno (jatengprov.go.id)
Gubernur Ganjar Pranowo bersama Menteri Sandiaga Uno (jatengprov.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Sragen. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengunjungi Museum Manusia Purba Pada Desa Wisata Sangiran, Sragen, baru-baru ini.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peninjauan dan penilaian 50 Besar Desa Wisata Indonesia Bangkit Anugerah Desa Wisata 2021. Dalam peninjauannya, Ganjar dan Sandiaga juga melakukan diskusi terkait pengembangan wisata Sangiran ini.

Menurut Ganjar sendiri, ia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan pada Sangiran, salah satu contohnya yaitu dengan adanya penambahan kegiatan yang dilakukan di sekitar Sangiran. Selain itu, Desa Sangiran ini menurutnya juga memiliki keunggulan tersendiri akan sejarahnya.

“Ide-idenya mungkin yang kelas dunia pernah ada umpama Jurassic Park, umpama flinstone, ya kita buat mirip-mirip begitu ya. Kalau itu bisa kita buat mungkin orang akan datang. Jadi penelitinya bisa, anak-anak main bisa, di-create even di sini sangat bisa, jadi banyak event di sini,” ucap Ganjar.

Keunggulan sejarah yang dimiliki oleh Sangiran ini patut untuk dikembangkan, terlebih dengan eksotisme dari Sangiran sendiri, hal tersebut membuat Ganjar optimis dapat membuat Desa Wisata Sangiran dapat dimaksimalkan lagi dengan adanya event-event.

Dalam pertemuannya dengan Sandiaga Uno itu, Ganjar mengaku juga ditanya beberapa hal terkait pariwisata. Kepada Ganjar, Sandiaga mendukung upaya-upaya Pemprov Jateng dengan tetap mengutamakan keamanan wisata di tengah pandemi.

Di tempat yang sama Sandiaga Uno menyampaikan, “Kami tadi berbincang dengan beliau. Beliau tanya ‘Pak Gub apakah beberapa destinasi sudah dibuka?’ Saya bilang ‘sudah ada pak percobaan-percobaan di beberapa destinasi. ‘Jalan aja terus’, kami sepakat pak dan sekarang kita siapkan kebiasaan barunya agar semua kontrolnya tetap dilakukan."

Adanya pandemi ini menurut Ganjar membuat masyarakat terpaksa hidup berdampingan bersama pandemi dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baru. Untuk itu, sebagai kebiasaan baru tersebut hendaknya pemantauan terhadap protokol kesehatan diperketat, terutama pada sektor wisata. Sambil memperketat protokol kesehatan, tentunya upaya penggenjotan vaksinasi juga dilakukan agar masyarakat dapat sepenuhnya melakukan kebiasaan baru mereka dengan lebih nyaman lagi.***

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Terkini

X