Tembakau Ternyata dapat Memperkaya Pendapatan Negara, Ganjar Pranowo Membeberkan Kalkulasinya

- Senin, 11 Oktober 2021 | 07:09 WIB
tanaman tembakau (pemprov.go.id)
tanaman tembakau (pemprov.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Di balik sebatang rokok, ternyata ada jutaan orang yang menggantungkan nasib hidupnya. Ganjar berikan analogi bagaimana tembakau ternyata memiliki peran besar berkontribusi dalam pendapatan negara. Hal itu dikatakan Ganjar pada unggahan di YouTube pribadinya 'Ruang Ganjar'.

Dikutip dari akun YouTube pribadinya, Ganjar mengatakan, meskipun dirinya bukan perokok dan Ganjar juga tidak menganjurkan warganya merokok, di balik batang rokok ada jutaan orang yang menggantungkan nasib hidupnya.

Kemudian Ganjar menyebutkan manfaat tembakau yang diperoleh negara, seperti melalui cukai tembakau sangatlah besar. Ia membeberkan jika selama ini, pendapatan negara dari cukai rokok mencapai angka Rp 170 triliun.

Lebih lanjut Ganjar mengungkap fakta, pendapatan negara Rp 170 triliun dari cukai tembakau merupakan angka yang fantastis jika dibandingkan pendapatan negara yang diperoleh dari sektor migas, di mana 2020 sektor migas hanya mampu berkontribusi dalam pendapatan negara Rp 96 triliun.

Kemudian Ganjar memaparkan, saat ini ada sekitar 7 juta petani tembakau yang menggantungkan nasibnya dari industri rokok. Secara pendapatan, untuk pekerja di pabrik, nasibnya sudah terjamin, sudah aman karena jadi tanggungjawab perusahaan. Tapi petani, yang memegang kendali hulu industri ini, malah menderita. Sebagian besar dari mereka, hidup segan mati nggak mau.

Dulu sudah pernah ada diversifikasi pertanian untuk mengatasi masalah para petani tembakau, di mana tanaman tembakau diganti dengan komoditas lain. Namun ternyata tidak berhasil.

Saat ini Indonesia menjadi penghasil tembakau terbaik di dunia. Ada beberapa tembakau dengan kualitas internasional yang ada di Indonesia. Antara lain, tembakau Srintil di Temanggung, tembakau Rancak di Madura dan tembakau virginia di NTB. Bahkan di Jember, tembakaunya diproduksi dan dieksport untuk cerutu kelas dunia.

Di Indonesia terdapat 17 provinsi penghasil tembakau di negara . Masing-masing punya grade-nya sendiri. Dari grade A sampai grade G yang paling bagus dan paling mahal harganya
Atas fakta-fakta itulah, Ganjar bermimpi Indonesia memiliki tobacco center sebagai pusat riset dan pengembangan tembakau. Agar manfaat tembakau semakin diketahui, nilainya semakin meninggi serta terangkat lah derajat dan kesejahteraan petani.(Tina) ***

Disadur dari //blora.suaramerdeka.com/nasional/soal-nasib-petani-tembakau-ganjar-pendapatan-negara-dari-cukai-rokok-itu-170-triliun-migas-jauh-dibawahnya. Eko wahyu budi

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X