Ganjar Pranowo Gelondorkan Bansos 35 Ribu Jamban bagian upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem sektor Kesehatan

- Senin, 11 Oktober 2021 | 05:53 WIB
Jamban untuk bansos (Humas Pemprov Jateng)
Jamban untuk bansos (Humas Pemprov Jateng)

 

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Semarang. Jateng saat ini sedang menggenjot upaya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di sejumlah daerah. Selain penguatan di sektor ekonomi program itu juga menyentuh aspek kesehatan warga, salah satu bentuknya program bansos stimulan jamban sebanyak 35 ribu bagi warga provinsinya. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, jamban merupakan salah satu indikator kemiskinan di samping kondisi atap, lantai, dinding, rumah, listrik, hingga air bersih. Untuk itu pemerintah juga perlu menangani ketidak-adaannya jamban di tiap rumah di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Dinkes Jateng, bansos stimulan jamban telah dibagikan sejak 2015-2021. Jumlah totalnya 35 ribu paket jamban. Per paket terdiri atas semen, closet, pipa paralon, elbow, besi SNI. Pada 2022, pemprov juga akan membagikan 8 ribu paket jamban.
Dengan adanya program ini, diperkirakan 94,47 persen kepala keluarga (KK) di Jateng telah terbebas dari buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

“Kita sangat bersyukur sampai saat ini, penduduk Jawa Tengah yang jumlahnya sekitar 36 juta orang itu, 94,47 persennya sudah BAB di jamban" Ucap Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, di Semarang, pada akhir pekan lalu.

Yuli juga mengatakan, dalam pembagian bansos jamban ini, pemprov tentunya tidak sendirian. Mereka dibantu oleh pihak-pihak lain seperti Pemkab, Pemkot, TNI-Polri, donatur, serta para relawan yang saling bekerja sama untuk menciptakan ODF di Jawa Tengah.

Pelaksana program bansos jamban ini sendiri, Ayu Novioktaviana Hapsari, juga bersama timnya, melakukan pemantauan terhadap penerima bansos tersebut. Mereka memantau penerima bansos di Brebes, Jawa Tengah. Di antaranya di Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari dan Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba.

Menurut Novi, pada tahun ini Kabupaten Brebes telah menerima 978 paket bansos stimulan jamban. Adanya bantuan jamban ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat yang buang air sembarangan.

Bantuan jamban ini ternyata memang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Warman, warga desa Bangsari, yang notabenenya adalah calon penerima bantuan stimulan jamban mengungkapkan, bantuan ini sangat dibutuhkan sehingga ia tidak perlu lagi buang air besar ke sawah dan atau menumpang di rumah tetangganya.

Selain Warman, juga terdapat Feni Puji, dari desa Pesantunan, yang pada tahun 2020 lalu telah menerima bantuan ini. Ia menyatakan rasa terimakasihnya kepada pemprov karena telah memberikan bantuan jamban, hal tersebut membuat lingkungan rumahnya menjadi lebih bersih dan lebih sehat.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Terkini

X