Ganjar Pranowo Meresmikan Pilar Perdamaian The Water of Peace yang diinisiasi Wahid Foundation dan UN Women

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:52 WIB
Ganjar Pranowo bersama Yenny Wahid di sela-sela peresmian Pilar Perdamaian (jatengprov.go.id)
Ganjar Pranowo bersama Yenny Wahid di sela-sela peresmian Pilar Perdamaian (jatengprov.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Solo. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid meresmikan Pilar Perdamaian "The Water of Peace" di Tipes, Serengan,Surakarta, Sabtu (9/10/21).Program itu merupakan hasil kolaborasi antara Wahid Foundation dan United Nation (UN) Women. UN Women merupakan organisasi PBB yang bergerak pada bidang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.Dalam acara itu perwakilan United Nation Women, Dwi Yuliawati Faiz turut hadir dipanggung peresmian. Dalam acara itu dibacakan deklarasi Kelurahan Damai oleh 7 wanita yang mewakili warga desa.

Adanya program desa damai ini, Ganjar mengharapkan dapat menggabungkannya dengan program desa inklusif yang telah ada di Jawa Tengah.Menurutnya,jika program desa damai dan desa inklusif ini digabungkan maka pembangunan akan jauh lebih mudah untuk dilaksanakan.Dengan cara tersebut juga Ganjar mengaku seperti melihat masa depan yang cerah untuk Indonesia dalam membangun Desa.

"Kalau itu bisa digabungkan nanti kita tambahi program ini. Maka nanti urusan hubungan antar manusianya beres. Mereka aman, mereka senang, mereka bahagia, mereka tentrem, mesti mbangunne enak, karena gotong royongnya biasanya akan kuat sekali,” kata Ganjar.

Sementara itu, menurut Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, Program desa damai ini sendiri sudah dilakukan oleh 30 desa, dan 18 desa diantaranya telah mendeklarasikannya.

Yenny juga menjelaskan, tiga pilar utama yang menjadi bagian dari program desa damai tersebut. Pertama yaitu sebagai penguatan ekonomi masyarakat dengan melakukan pelatihan dan mengajarkan masyarakat untuk mengatur cashflow. Kedua, sebagai penghormatan pelatihan untuk bagaimana kita bisa menghormati perbedaan keyakinan. Dan ketiga, sebagai pemberdayaan peran perempuan. Karena ketika perempuan lebih berdaya, maka mereka akan memberi untuk keluaraga dan lingkungan sekitarnya.***

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Terkini

Jawa Tengah Gelar Popda yang diikuti 1.025 Atlet Pelajar

Selasa, 16 November 2021 | 21:42 WIB
X