Presiden Jokowi: Sentralitas ASEAN Perlu Dimaksimalkan untuk Hadapi 2 Tantangan Berat

- Jumat, 11 November 2022 | 22:36 WIB
Presiden Jokowi menyampaikan pengantarnya pada Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40 di Hotel Sokha, Phnom Penh, Jumat 11 November 2022.
Presiden Jokowi menyampaikan pengantarnya pada Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40 di Hotel Sokha, Phnom Penh, Jumat 11 November 2022.

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Kamboja. Negara-negara ASEAN harus berupaya maksimal memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN untuk menghadapi dua tantangan yang sangat berat. Tantangan itu yakni tantangan eksternal dan internal. Tantangan eksternal menyangkut bagaimana ASEAN menavigasi rivalitas kekuatan besar yang semakin tajam. Adapun tantangan internal yaitu bagaimana memastikan ASEAN tetap relevan dan patuh terhadap piagam ASEAN, serta menyelesaikan krisis di Myanmar.

Pandangan itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pengantarnya pada Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40 di Hotel Sokha, Phnom Penh, Jumat 11 November 2022.

“Semua tantangan ini hanya dapat dihadapi bila ASEAN bersatu dan kuat, Pertanyaannya, apakah kita masing-masing sudah berupaya maksimal mungkin untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN? Saya tidak ingin kesatuan dan sentralitas ASEAN hanya jadi mantra kosong,” tegas Presiden Jokowi.

Baca Juga: Di KTT ASEAN, Presiden Jokowi Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar

Lantas Presiden Jokowi menekankan agar para pemimpin ASEAN harus memaknainya secara konkrit karena kredibilitas dan relevansi ASEAN bergantung pada kesatuan dan sentralitas ASEAN. Ada tiga poin penting yang disampaikan Presiden Jokowi dalam sesi pleno tersebut.

Hal pertama, Presiden Jokowi mendorong untuk menjalankan Piagam ASEAN seutuhnya. Piagam ASEAN harus menjadi pegangan untuk bergerak maju, oleh karenanya, Piagam ASEAN harus diterapkan dalam satu keutuhan dan tidak tebang pilih.

“Piagam ASEAN harus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam situasi darurat, termasuk situasi di Myanmar. Jika ASEAN gagal ambil langkah maka kredibilitas ASEAN dipertaruhkan,” jelas Presiden Jokowi.

Hal kedua, Presiden Jokowi mendorong penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN. Menurut Presiden, dalam 20 tahun ke depan, tantangan yang kita hadapi akan semakin berat. Hal tersebut harus dijadikan momentum untuk berbenah dan perkuat institusi dan kapasitas ASEAN.

“Kita harus tetapkan ASEAN 2045 yang lebih adaptif, responsif, dan berdaya saing. ASEAN harus mampu merespon dinamika ini agar tetap relevan. Saya harap Gugus Tugas Tingkat Tinggi (HLTF) dapat menyampaikan rekomendasi mengenai ASEAN 2045 dan penguatan institusi ASEAN,” ucap Presiden Jokowi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X