Di KTT ASEAN, Presiden Jokowi Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar

- Jumat, 11 November 2022 | 22:16 WIB
Presiden Jokowi saat berbicara pada sesi retreat KTT ASEAN Ke-41 yang membahas implementasi 5-point consensus (5PC) di Myanmar, pada Jumat (11/11/2022) di Hotel Sokha, Phnom Penh. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Jokowi saat berbicara pada sesi retreat KTT ASEAN Ke-41 yang membahas implementasi 5-point consensus (5PC) di Myanmar, pada Jumat (11/11/2022) di Hotel Sokha, Phnom Penh. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Kamboja. Situasi terkini di Myanmar yang masih diwarnai kekerasan antara junta Militer dengan rakyatnya. Beririsan dengan masalah itu, Myanmar juga mengalami krisis politik. Tak ayal situasi di negara itu menjadi pembahasan di KTT ASEAN ke 41 pada Jumat, 11 November 2022. 

Pembahasan tersebut digelar pada sesi retreat KTT ASEAN Ke-41 yang secara khusus membahas implementasi 5-point consensus (5PC) untuk Myanmar di Hotel Sokha, Phnom Penh Kamboja.

Baca Juga: Sikapi Situasi di Myanmar, Presiden Jokowi Menyatakan Kecewa

Dalam pembahasan itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa hal penting terkait isu Myanmar yang dapat dijadikan elemen keputusan pada KTT ASEAN Kamboja kali ini.

“Pertama, penerapan 5PC tetap menjadi acuan utama bagi ASEAN dalam membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya,” ucap Presiden Jokowi.

Poin kedua, Presiden Jokowi mempertegas seruan penghentian kekerasan agar segera tercipta situasi kondusif di Myanmar.

“Ketiga, Presiden Jokowi mengusulkan penugasan Sekjen ASEAN dan AHA Centre untuk terus mengupayakan akses agar Comprehensive Needs Assesment dapat segera diselesaikan,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Bertemu Bos ADB, Presiden Jokowi Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Menurut Presiden Jokowi, bantuan kemanusiaan untuk mendukung ­life-sustaining menjadi lebih penting artinya saat ini.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X