Hadapi Tantangan Global, Indonesia Tawarkan Paradigma Kolaboratif

- Selasa, 27 September 2022 | 16:58 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada Pertemuan Tingkat Menteri Global Counter-terrorism Forum (GCTF) ke-12 di New York. (Foto: Kemenlu)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada Pertemuan Tingkat Menteri Global Counter-terrorism Forum (GCTF) ke-12 di New York. (Foto: Kemenlu)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-New York. Indonesia mengajak semua negara meninggalkan paradigma lama dalam percaturan dunia. Pasalnya paradigma lama yang menggunakan pola kompetitif hanya mepentingkan negara tertentu dengan mengalahkan negara lain. Dampaknya memunculkan gap antara negara maju dengan negara berkembang.

Sebagai gantinya Indonesia menawarkan kerja sama dunia yang berdasarkan paradigma kolaborasi dalam menghadapi tantangan global.

Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan Kemanusian untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan

Sikap Indonesia itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, saat berbicara di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-77, di New York, Amerika Serikat, Senin 26 September 2022 pagi waktu setempat.

“Indonesia menawarkan tatanan dunia yang berbasis paradigma baru. Paradigma win-win, bukan zero-sum. Paradigma merangkul, bukan mempengaruhi (containment). Paradigma kolaborasi, bukan kompetisi. Ini adalah solusi tansformatif yang kita butuhkan,” ujar Retno.

Retno mengungkapkan, kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan di tengah pandemi yang berkepanjangan, ekonomi dunia yang masih kelam, perang yang bukan lagi sebuah kemungkinan tapi sebuah kenyataan, dan pelanggaran terhadap hukum internasional yang telah menjadi norma untuk kepentingan sebagian.

“Krisis pun datang silih berganti, dari pangan, energi, hingga perubahan iklim. Seharusnya dunia bersatu untuk mengatasinya, namun sayangnya, dunia justru terbelah, sehingga menyulitkan kita berupaya mengatasi kondisi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Retno pun memaparkan sejumlah alasan pentingnya paradigma baru ini. Pertama, untuk menyalakan kembali spirit perdamaian.

Baca Juga: WHO Sebut Pandemi Covid 19 Akan Berakhir. Presiden Jokowi: Indonesia Harus Hati-hati

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X