Gelombang Panas Melanda China, Suhu Udaranya Hingga 42 Derajat Celcius

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:41 WIB
Gelombang Panas melanda negara China / rri.co.id
Gelombang Panas melanda negara China / rri.co.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-China. Beberapa waktu lalu gelombang panas melanda beberapa negara Eropa. Banyak warga di sana yang merasakan suhu udara yang sangat panas sehingga di ungsikan ke daerah yang aman. Bahkan di antaranya yang meninggal dunia akibat gelombang panas.

Terkini gelombang panas juga melanda ke Asia tepatnya di negara China. Observatorim Nasional China pada Sabtu, 13 Agustus 2022. menunjukkan tanda peringatan merah terkait suhu tertinggi. Ini adalah peringatan paling tinggi dalam sistem cuaca, saat gelombang panas menyengat di banyak wilayah "Negeri Tirai Bambu".

Baca Juga: Indonesia dan China Teken Tujuh Kesepakatan Baru. Ini Daftarnya

Dikutip dari laman rri.co.id hari Sabtu siang kemarin beberapa kota di China alami peningkatan suhu panas dari 39 - 42 derajat celcius. Sebagian Shaanxi, Sichuan, Chongqing, Henan, Hubei, Shandong, Anhui, Jiangsu, Shanghai, Zhejiang, Fujian, Jiangxi, Hunan, Guizhou, Xinjiang, dan Mongolia, mengalami suhu tertinggi. Angkanya mencapai 35-39 derajat Celsius.

Sementara suhu di beberapa bagian Shaanxi, Sichuan, Chongqing, Hubei, Hunan, Jiangxi, Anhui, Jiangsu, Shanghai, dan Zhejiang, bisa melampaui 40-42 derajat Celsius. Begitu laporan Pusat Meteorologi Nasional China.

Dilansir dari Xinhua, pihak berwenang setempat menyarankan kepada masyarakat untuk mewaspadai gelombang panas ini. Maka itu disarankan untuk menangguhkan aktivitas atau pekerjaan di luar ruangan yang terkena suhu tinggi.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik di China Melonjak 45 Persen, Merek Ini yang Terlaris

Kemudian juga mencegah terjadinya kebakaran hutan, hingga perhatian khusus terhadap kelompok rentan. Sebab efek dari gelombang panas ini sangat berbahaya.

Diketahui pemerintah China memiliki empat tingkat sistem peringatan cuaca. Kodenya dengan warna merah, oranye, kuning, dan biru.***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X