Dunia Hadapi Krisis Ketahanan Pangan dan Energi. Begini Usulan Jokowi

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 19:58 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI Setpres)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Ketahanan pangan, ketahanan energi, dan stabilitas keuangan global yang kian susah menjadi perhatian Presiden Jokowi dalam pidatonya secara virtual pada High-level Dialogue on Global Development dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 24 Juni 2022. .

Diketahui saat ini Pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini juga turun 1 persen menjadi 2,6 persen. Situasi tersebut memicu tertundanya pencapaian berkelanjutan atau SDGs.

Menyikapi situasi itu Presiden Jokowi mendorong semua negara untuk melakukan tiga langkah strategis.

Baca Juga: Moderasi Beragama Sesuai dengan Ajaran Al Quran. Simak Ulasannya

Dilansir dari laman setkab.go.id berikut ini tiga langkah yang diusulkan Jokowi kepada semua negara.

Pertama, semua negara harus sinergi untuk mengatasi emerging challenges.

"Sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan. Saya mencatat banyak inisiatif lain dari berbagai pihak. Berbagai inisiatif yang ada tersebut harus saling bersinergi dan saling memperkuat, harus memperhitungkan suara negara-negara berkembang, harus mengedepankan dialog,” Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden Jokowi mendorong negara-negara untuk memperkuat kemitraan global untuk SDGs dengan fokus pada pendanaan pembangunan. Presiden Jokowi menegaskan bahwa kesenjangan pendanaan SDGs yang meningkat dari 2,5 triliun Dolar AS per tahun sebelum pandemi menjadi 4,2 triliun Dolar AS per tahun pascapandemi harus segera ditutup.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Bertambah 1 Orang. Ini Jumlahnya

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X