Menlu Retno Beberkan Lima Kesepakatan dari KTT Khusus ASEAN dan AS

- Minggu, 15 Mei 2022 | 21:10 WIB
Menlu RI Retno Marsudi. (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden )
Menlu RI Retno Marsudi. (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden )

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-AS. Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus ASEAN-AS sudah berakhir. Sejumlah isu telah dibahas dalam sejumlah pertemuan dan telah menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno Marsudi mengungkapkan Konferensi Tingkat Tinggi Khusus ASEAN-Amerika Serikat (AS) atau ASEAN-US Special Summit di Washington DC menghasilkan ASEAN-US Joint Vision Statement.

“Sebagai koordinator, Indonesia memimpin proses perundingan vision statement ini. KTT berhasil menyepakati secara prinsip peningkatan kemitraan ASEAN-Amerika Serikat dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif,” kata Retno, dalam keterangan pers, Jumat, 13 Mei 2022 malam Minggu waktu setempat.

Retno menambahkan, pembahasan detail mengenai kemitraan ini akan dilanjutkan dan direncanakan akan diluncurkan pada KTT ASEAN-AS bulan November mendatang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Space X, Elon Musk Siap Datang Ke Indonesia

Lebih lanjut Retno memaparkan, di dalam ASEAN-US Joint Vision Statement dituangkan komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis. Komitmen tersebut di antaranya, pertama penguatan kerja sama pemulihan pandemi dan keamanan kesehatan guna memperkuat resiliensi atau ketahanan kesehatan kawasan melalui program ASEAN-US Health Futures Initiative.

“Amerika mendukung ASEAN untuk menguatkan kapasitas manufaktur berkelanjutan untuk produk medis esensial serta riset bersama,” ujarnya.

Kedua, peningkatan kerja sama ekonomi dan konektivitas, antara lain untuk memfasilitasi penguatan rantai pasok dan konektivitas kawasan untuk peralatan medis, obat-obatan, vaksin, komoditas pertanian. Juga mendorong kemajuan transportasi berkelanjutan, termasuk kendaraan listrik, serta memperkuat kapasitas cyber security dan pemajuan literasi digital yang inklusif.

Ketiga, peningkatan kerja sama dalam menanggulangi perubahan iklim. Menlu menyebutkan, melalui program US-ASEAN Climate Futures dialokasikan dana untuk mendukung implementasi Nationally Determined Contributions (NDCs) dari negara-negara ASEAN.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X