Pembuatan Kapal Patroli Australia Ditunda Akibat Bahan Baku Buruk, Timbulkan Kerugian Rp 3,5 Triliun

- Kamis, 23 Desember 2021 | 17:03 WIB
lustrasi kapal perang.  (Pixabay/Defence-Imagery)
lustrasi kapal perang. (Pixabay/Defence-Imagery)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Australia. Angkatan Laut Australia menunda pembuatan kapal patroli Evolved Cape Class karena bahan bakunya (aluminium) yang diimpor asal China berkualitas buruk.

Buruknya bahan baku itu mengakibatkan penundaan yang dilakukan dalam rentang waktu yang lama yakni sembilan bulan. Penundaan itu memakan biaya atau menimbulkan kerugian senilai Rp 3,5 triliun.

Proyek pembuatan kapal itu dikerjakan oleh perusahaan Austal yang berbasis di Australia Barat.

Baca Juga: Tak Perlu Cemas dengan Ancaman Strain Virus Covid-19, Peneliti Australia Temukan Strategi yang Tepat

Buruknya kualitas bahan baku aluminium yang berasal dari Wuhan China itu terdeteksi sejak bulan Maret 2021. Setelah dilakukan audit oleh Auditor Jenderal Kantor Audit Nasional Australia (ANAO), diputuskan Austan menunda pembuatan kapal berbahan baku dari China secara signifikan menjadi antara enam dan sembilan bulan.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber ABC yang berjudul Kualitas Bahan dari China Buruk, Australia Tunda Pembuatan Kapal Angkatan Laut, menurut ANAO, Austal memberi tahu penundaan pembuatan kapal pada bulan Juni. Penundaan kapal itu menimbulkan biaya kerugian senilai $350 juta atau Rp3,5 triliun.

Untuk pertama kalinya Pertahanan juga secara terbuka menghitung berapa biaya penundaan kapal patroli Kelas Tanjung Evolved dalam hal menjaga kapal Kelas Armidale yang lebih tua di dalam air.

ANAO mengatakan bahwa pada Juli tahun ini Pertahanan memperkirakan penundaan akan menelan biaya tambahan $43,9 juta.

Asisten Menteri Pertahanan Shadow Pat Conroy mengkritik cara pemerintah menangani proyek tersebut.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X