Ironi Pencitraan Kim Jong Un, 10 Tahun Berkuasa Korea Utara Makin Miskin

- Kamis, 16 Desember 2021 | 17:48 WIB
Kim Jong Un digambarkan sebagai pemimpin penunggang kuda  (KCNA via Reuters)
Kim Jong Un digambarkan sebagai pemimpin penunggang kuda (KCNA via Reuters)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Pyongyang. Kim Jong Un sudah menjadi penguasa Korea Utara selama 10 tahun. Kim Jong Un naik ke tampuk kekuasaan pada 2021 untuk menggantikan ayahnya yang meninggal.

Pemimpin muda yang diktator itu merupakan generasi ketiga dari keluarga kim yang menjadi penguasa Korea Utara sejak tahun 1948. Korea Utara adalah salah satu negara yang paling terisolasi dan tertutup di dunia. Media pemerintahnya secara ketat mengontrol apa yang dilihat dan didengar orang dan menutupi hal-hal yang tidak baik dari pandangan masyarakat dunia.

Baca Juga: Warganya di Afganistan Kelaparan, Taliban Minta Bantuan Badan Internasional

Di tengah isolasi dan ketertutupannya itu, media pemerintah Korea Utara mempropagandakan bahwa Kim Jong Un sebagai pemimpin berwibawa, hingga kepopulerannya menunggang kuda di tempat salju.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber AFP pada Kamis, 16 Desember 2021 yang berjudul 10 Tahun Berkuasa, Kim Jong Un Dianggap Pemimpin Kejam yang Inginkan Senjata Nuklir, analis menyatakan rezim Kim Jong Un telah menggunakan gambar yang dibuat dengan penuh pencitraan untuk memastikan kekuasaannya.

Sebagai corong propaganda, media pemerintah Korea Utara membesar-besarkan citra Kim Jong Un melalui gambar-gambar terbaiknya. Di antaranya gambar Kim yang dicitrakan sebagai pemimpin yang melindungi anak yatim, dikerumuni tentara wanita yang tersenyum lebar.

"Gambar-gambar yang dipilih rezim untuk disebarluaskan dan dijalin ke dalam hagiografi Kim mengatakan banyak tentang bagaimana Kim membayangkan masa depan Korea Utara dan tempatnya di dalamnya," tulis Jung Pak, sekarang Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS, dalam sebuah laporan tahun 2018.

Saat tampil di publik, Kim Jong Un sering tampak memberi bimbingan di berbagai tempat ekonomi, militer, dan sosial, seperti yang dilakukan ayah dan kakeknya.

Sebaliknya, Kim juga ditampilkan seorang yang mengoperasikan tank, penunggang kuda yang gagah.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X