Trennya Dampak Penyakit Omicron Lebih Ringan Daripada Delta, WHO : Masih Butuh Banyak Data lagi

- Kamis, 9 Desember 2021 | 16:28 WIB
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan varian Covid-19 Omicron mungkin lebih mudah menginfeksi, namun lebih ringan dari Delta.  (Twitter.com/@PeterASinger)
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan varian Covid-19 Omicron mungkin lebih mudah menginfeksi, namun lebih ringan dari Delta. (Twitter.com/@PeterASinger)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN- New York. Virus Covid-19 varian Omicron lebih mudah menular daripada varian sebelumnya. Meski demikian sebuah data menunjukkan Omicron cepat menular tetapi dampak penyakit yang ditimbulkannya lebih ringan daripada Covid-19 varian Delta. Fakta itu diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 8 Desember 2021.

Baca Juga: Di Austria, Warga belum mau Vaksin didenda Jutaan, Ini Aturannya

Kepada wartawan, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa data yang muncul dari Afrika Selatan menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang akibat varian Covid-19 Omicron.

Namun cepatnya penularan Omicron, kata Tedros, juga beberapa bukti bahwa dampak penyakit yang ditimbulkan Omicron lebih ringan daripada Delta.

Meski lebih ringan, ia mengingatkan, simpulan itu belum final. Masih dibutuhkan lebih banyak lagi bukti untuk mendapatkan simpulan yang final. Oleh karena itu ia tetap mendesak negara-negara di mana pun untuk meningkatkan pengawasan untuk membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perilaku Omicron.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dari AFP yang berjudul WHO: Covid-19 Omicron Timbulkan Risiko Infeksi Lebih Tinggi, tetapi Lebih Ringan daripada Varian Delta, Tedros menegaskan jika ternyata Omicron tidak menyebabkan penyakit yang parah, negara-negara tetap harus tetap waspada terhadap virus tersebut.

"Kepuasan apa pun sekarang akan menelan korban jiwa,” dia memperingatkan, dikutip .

Sementara itu, Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan pun setuju, menunjukkan bahwa sejauh ini data menunjukkan varian tersebut mentransmisikan secara efisien, dan mungkin lebih efisien mentransmisikan bahkan daripada varian Delta.

"Itu tidak berarti bahwa virus itu tidak bisa dihentikan. Tapi itu berarti virus lebih efisien dalam menularkan antar manusia. Dan oleh karena itu kita harus menggandakan upaya kita untuk memutus rantai penularan itu untuk melindungi diri kita dan orang lain," katanya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X