Pria Senegal Dinyatakan Positif Covid 19 Omicron, Sebelumnya Ikut Demontrasi Lintas Negara

- Minggu, 5 Desember 2021 | 22:19 WIB
Ilustrasi - Covid-19 varian Omicron.  (Pixabay/geralt.)
Ilustrasi - Covid-19 varian Omicron. (Pixabay/geralt.)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Senegal. Virus Covid-19 varian Omicron saat ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia karena penyebarannya yang cepat. Covid-19 varian Omicron ditemukan pertama kali pertama di Afrika Selatan kemudian menular ke banyak warga di negara tersebut. Adanya kasus Omicron tersebut membuat sejumlah negara menutup pintu kedatangan internasional bagi negara-negara dari Afrika dan yang memiliki kasus tersebut.

Sayangnya penutupan itu tidak otomatis Eropa bebas Omecron. Kasus Omicron tetap menular ke Eropa. Bermula dari seorang turis yang berkunjung ke Afrika Barat tertular Omicron kemudian menyebar dan berkembang ke Eropa.

Kali ini Senegal menemukan kasus Covid-19 varian Omicron pertama dari warga negaranya.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber Reuters yang berjudul Kerumunan Demonstrasi Diduga Jadi Klaster Penyebaran Omicron, Kasus Pertama Ditemukan di Senegal, warga Sinegal yang terkena Omicron itu usai menghadiri demonstrasi di ibu kota Dakar bulan lalu dengan sekira 300 orang dari berbagai negara.

Saat karantina, pria tersebut tidak memiliki gejala penyakit Covid-19.Akan tetapi ketika pria berusia 58 tahun itu pada Jumat, 3 Desember 2021, sudah di luar Senegal ternyata positif Omicron.

Baca Juga: Di Austria, Warga belum mau Vaksin didenda Jutaan, Ini Aturannya

Sejumlah negara di dunia kini disibukkan dengan pekerjaan untuk mengatasi supaya tidak terjadi penularan Omicron, termasuk Indonesia.

Indonesia telah mengambil langkah untuk menutup pintu kedatangan internasional bagi dari 11 negara yaitu Afrika Selatan, Botswana, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, Lesotho, dan Hong Kong.

Namun, pintu kedatangan dari Senegal belum ditutup oleh Indonesia yang telah mengonfirmasi adanya kasus Omicron dan terjadi di tengah kerumunan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X