Kelabui Petugas dengan Lengan Palsu saat Vaksin, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 15:26 WIB
 Ilustrasi. Seorang pria di Italia mencoba mengelabui petugas dengan menggunakan lengan palsu demi menghindari suntikan vaksin Covid-19.  (Pixabay/Katja Fuhlert)
Ilustrasi. Seorang pria di Italia mencoba mengelabui petugas dengan menggunakan lengan palsu demi menghindari suntikan vaksin Covid-19. (Pixabay/Katja Fuhlert)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Italia. Takut jarum suntik ternyata juga menghantui pria berumur di Italia. Untuk menghindari suntik vaksin pria beruasia 50 tahun itu mengelabui petugas medis dengan lengan palsu yang terbuat dari silicon. Dia melakukan itu demi mendapatkan seritivikat vaksin Covid-19 tanpa harus kena jarum suntik.

Rupanya aksi mengelabui itu ketahuan petugas. Akibat perbuatannya dia dilaporkan ke polisi setempat.

Menurut keterangan pejabat pada Jumat, 3 Desember 2021, terlepas dari lengan palsunya, akibat perbuatannya, pria berusia 50-an itu pun kemudian dilaporkan ke polisi setempat pada Kamis di Biella, barat laut Italia karena berbohong.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber Korea Times yang berjudul Demi Hindari Suntikan Vaksin Covid-19, Pria di Italia Kelabui Petugas dengan Menggunakan Lengan Palsu, pria itu dilaporkan ke polisi karena tindakannya dapat merugikan orang lain, komunitas lainnya yang bisa terdampak akibat penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan tindakan seperti itu tidak dapat diterima menghadapi pengorbanan yang telah dibayar seluruh komunitas selama pandemi, dalam hal kehidupan manusia, biaya sosial dan ekonomi.

"Kasus ini mendekati konyol, jika bukan karena fakta yang kita bicarakan tentang gerakan gravitasi yang sangat besar," kata kepala pemerintah daerah Piedmont, Italia Albert Cirio, dalam sebuah pernyataan di Facebook. 

Insiden lengan palsu itu terjadi menjelang pengetatan aturan pada Senin di Italia bagi orang-orang yang belum divaksinasi Covid-19.

Sejak Agustus, "Green Pass" yang menunjukkan bukti vaksinasi, pemulihan baru-baru ini dari Covid-19 atau tes negatif telah diperlukan untuk melakukan berbagai kegiatan di tempat umum.

Tetapi mulai 6 Desember, kegiatan ini akan dibatasi untuk pemegang "Super Green Pass", yang hanya tersedia bagi mereka yang telah divaksinasi atau baru saja terkena Covid-19.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X