Warganya di Afganistan Kelaparan, Taliban Minta Bantuan Badan Internasional

- Minggu, 28 November 2021 | 16:24 WIB
Ilustrasi anak-anak Afghanistan. Dalam pidato pertamanya di Afghanistan, Pemimpin Taliban serukan badan amal dunia untuk tidak menahan bantuan.  (Reuters /Jeon Heon Kyun)
Ilustrasi anak-anak Afghanistan. Dalam pidato pertamanya di Afghanistan, Pemimpin Taliban serukan badan amal dunia untuk tidak menahan bantuan. (Reuters /Jeon Heon Kyun)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN- Afganistan. Di bawah kekuasaan Taliban, setengah jumlah warga Arfganistan menghadapi kelaparan yang parah. Hal itu dinyatakan oleh Badan-badan bantuan PBB. Lebih jauh badan itu menyebut kondisi kelaparan di Afganistan saat ini terburuk dalam beberapa dekade dan keruntuhan ekonomi membuat banyak warga Afghanistan putus asa akan makanan.

Kelaparan itu melanda Afganistan akibat berhentinya bantuan dari Amerika dan negara-negara lainnya yang tidak mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan yang sah. Bantuan yang dihentikan mereka, sekitar 75 persen adalah bantuan ekonomi.

Begitu juga Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional menghentikan pinjaman internasional kepada negara tersebut.

Negara-negara Barat bersepakat melakukan blokade ekonomi terhadap penguasa baru Afghanistan, Taliban, yang ekslusif dan menindas hak-hak perempuan. Negara Barat berjanji akan mencabut blokade bantuan jika rezim Taliban dapat menciptakan pemerintahan yang inklusif dan mengakui hak-hak perempuan.

Menghadapi kelaparan yang melanda warganya, pria yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri Afghanistan oleh Taliban, Mullah Mohammed Hassan Akhund, menyerukan badan amal internasional untuk tidak menahan bantuan, ketika negara itu berjuang dari ancaman kelaparan massal. Permintaan itu dia serukan pada Sabtu, 27 November 2021.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman DW yang berjudul Pemimpin Taliban Serukan Bantuan untuk Afghanistan, Minta Badan Amal Global Tak Menahan Diri, Hassan meminta bantuan bantuan internasional untuk mengatasi kelaparan di negaranya.

Menurutnya kelaparan itu disebabkan pemerintah sebelumnya yang digulingkan Taliban.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah masyarakat. Kami bekerja lembur di setiap departemen," kata Hassan,

Hassan menyalahkan kondisi kelaparan, pengangguran, dan krisis keuangan Afghanistan saat ini pada pemerintah yang didukung Amerika Serikat.

"Bangsa, waspadalah. Mereka yang tersisa dari pemerintah sebelumnya yang bersembunyi ... menyebabkan kecemasan, menyesatkan rakyat untuk tidak mempercayai pemerintah mereka," tutur Hassan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X