China Ijinkan Beroperasinya Taksi Otonom atau Robotaxis di Beijing

- Sabtu, 27 November 2021 | 16:23 WIB
Ilustrasi - China mengizinkan taksi tanpa pengemudi 'robotaxis' beroperasi di ibu kota.  (Reuters)
Ilustrasi - China mengizinkan taksi tanpa pengemudi 'robotaxis' beroperasi di ibu kota. (Reuters)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-China. Otoritas China menyetujui beroperasinya taksi otonom pertama untuk kepentingan komersial pada minggu ini. Taksi otonom itu dikenal dengan istilah robotaxis.

Pemerintah memberikan lampu hijau kepada operator untuk menyebarkan mobil robotaxis ke jalan-jalan pada Kamis lalu, 25 November 2021.

Adanya persetujuan itu, menyebabkan lusinan 'robotaxis' ke jalan-jalan ibu kota Beijing.

Peluncuran robotaxis ini merupakan langkah maju dari raksasa teknologi China Baidu dan perusahaan rintisan Pony.ai untuk ambisi mobil tanpa pengemudi.

Enam puluh tujuh taksi Baidu berada di jalan-jalan di Beijing dengan biaya lebih dari dua yuan atau sekira Rp 4.500 untuk perjalanan 5,9 kilometer.

Robotaxis itu nampak seperti mobil biasa. Bedanya di dalam taksi putih tersebut orang yang mengemudikannya hanya dengan berkomunikasi secara digital.

Kendaraan robotaxis ini hanya bisa membawa dua penumpang sekali jalan, dan terbatas untuk di wilayah selatan kota Yizhuang, China.

Namun, meski tanpa supir, jika diperlukan intervensi mendadak maka seorang karyawan taksi akan menduduki kursi depan, walau kendaraan masih mengemudi sendiri.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber dari Japan Today yang berjudul Robotaxis, Taksi Tanpa Pengemudi Pertama Mulai Beroperasi di China, Tarif Rp4.500 untuk 5,9 Km, Cara menggunakan robotaxis ini adalah penumpang yang menggunakan mobil Baidu "Apollo Go" dapat mengunduh aplikasi bernama "Luobo kuaipao", yang artinya lobak berlari.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X