Tren Kasus Covid-19 Naik, Jerman berlakukan Pembatasan dan Gencarkan Vaksinasi

- Senin, 22 November 2021 | 23:09 WIB
Ilustrasi. Menteri Kesehatan mendesak warga untuk divaksinasi Covid-19 ketika Jerman mencatat peningkatan infeksi tertinggi.  (Pixabay/VGC-Group)
Ilustrasi. Menteri Kesehatan mendesak warga untuk divaksinasi Covid-19 ketika Jerman mencatat peningkatan infeksi tertinggi. (Pixabay/VGC-Group)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jerman. Tren penularan virus Covid-19 di Jerman kian meningkat. Ada kekhawatiran besar badai Covid-19 kembali melanda Jerman. Menghadapi situasi itu Jerman pekan lalu mengumumkan pembatasan sosial yang lebih ketat sebagai upayanya untuk menahan gelombang keempat infeksi virus Covid-19 yang ganas tersebut.

Dalam pembatasan itu, di daerah dengan tingkat BOR yang tinggi, warga yang belum vaksin dilarang ke ruang publik seperti bioskop, gym, dan makan di dalam ruangan.

Selain itu, karyawan pun diminta untuk kembali bekerja dari rumah bila memungkinkan, sementara siapa pun yang pergi ke tempat kerja harus membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi, pulih, atau baru-baru ini dites negatif, sebuah sistem yang dikenal sebagai "3G".

Diinformasikan beberapa daerah di Jerman yang paling rawan badai Covid-19 seperti Bavaria dan Saxony, telah membatalkan acara besar seperti pasar Natal. Dan ada larangan bagi warga yang belum vaksin melakukan kegiatan bersama yang tidak penting.

Tidak hanya itu, menyikapi ancaman Covid-19 yang trennya naik, Kementerian Kesehatan menggencarkan program Vaksinasi. Untuk percepatan Vaksinasi Kementerian Kesehatan melakukan langkah-langkah keras agar warganya mau divaksin. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada Senin, 22 November 2021.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman India Today berjudul Jerman Beri Peringatan Keras di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19: Divaksinasi, Disembuhkan, Atau Mati, Jens Spahn memperingatkan dengan nada keras bahwa ada pilihan bagi warga Jerman yakni mau divaksinasi, disembuhkan, atau mati akibat Covid-19 dalam beberapa bulan.

Peringatan itu disampaikan Jens Spahn ketika ia mendesak lebih banyak masyarakat Jerman untuk menerima vaksinasi Covid-19 di tengah 'badai' infeksi harian yang semakin meningkat di negara itu.

Peringatan itu dikeluarkan Menteri Kesehatan Jerman karena baru 68 persen populasi Jerman yang telah divaksin sepenuhnya. Padahal akses vaksin sangat dimudahkan dan gratis. Para ahli menyatakan jumlah itu terlalu rendah untuk mengendalikan pandemi.

"Mungkin pada akhir musim dingin ini, seperti yang kadang-kadang dikatakan sinis, hampir semua orang di Jerman akan divaksinasi, disembuhkan atau mati (karena Covid-19)," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X