China Mengecam Keras Lithuania yang Membuka Kedutaan de fakto Taiwan

- Jumat, 19 November 2021 | 23:49 WIB
Ilustrasi Bendera Taiwan. Kementerian Luar Negeri mengatakan kunjungan delegasi Parlemen Eropa itu membahas soal ancaman kompleks termasuk disinformasi dan siber. ( Instagram.com/@rabody)
Ilustrasi Bendera Taiwan. Kementerian Luar Negeri mengatakan kunjungan delegasi Parlemen Eropa itu membahas soal ancaman kompleks termasuk disinformasi dan siber. ( Instagram.com/@rabody)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN- China. Lithuania mengizinkan Taiwan membuka kedutaan secara de fakto di negaranya. Pembukaan kantor Taiwan di Vilnius, ibukota Lithuania itu dilakukan pada Kamis kemarin. Sikap Lithuania itu membuat berang China. Sehari setelah pembukaan kedutaan itu, pada hari Jumat, 19 November 2021 China menyatakan kecaman keras terhadap Lithuania.

Kecaman itu disampaikan oleh juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian.

"Lithuania hanya menyalahkan dirinya sendiri, itu harus membayar untuk apa yang dilakukannya," tutur Zhao Lijian.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber laman Hindustan Times yang berjudul Lithuania Jalin Hubungan dengan Taiwan, China Marah hingga Beri Peringatan Keras, Kementerian luar negeri China mengatakan langkah itu adalah "kesimpulan kasar" dalam urusan internal negara itu.

"Pihak Lithuania bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang timbul darinya. Kami menuntut pihak Lituania segera memperbaiki keputusannya yang salah," katanya.

Dalam pernyataan itu, pemerintah China juga menyatakan protes keras dan keberatan tegas atas tindakan yang sangat mengerikan ini, dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

"Pihak Lituania harus bertanggung jawab atas semua konsekuensi selanjutnya," kata juru bicara tersebut.

Seperti diketahui, China mengklaim Taiwan, negara demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri itu, sebagai wilayah yang memisahkan diri untuk dipersatukan kembali secara paksa jika diperlukan.

Hanya 15 negara yang memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Taiwan, mendorong China untuk mengatakan negara-negara tersebut melanggar kebijakan "satu China" di mana hanya daratan yang diakui secara resmi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X